klikbekasi.co

3 Tersangka Baru Kasus Pembakaran Joya

Polres Metropolitan Bekasi, berhasil mengungkap tiga tersangka baru di kasus pembakran Muhamad Al Zahra alias Joya (30) oleh warga karena dituding mencuri amplifier di musala Al-Hidayah, Kampung Cabag Empat, Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan.

Artinya, saat ini kepolisian telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus pembakaran Joya di lokasi tempat kejadian perkara (TKP) Pasar Muara Bakti, Kecamatan Babelan.

“Ini merupakan buntut dari kasus pencurian dan menjadi aksi main hakim sendiri hingga terduga pencuri meninggal dunia,” kata Kepala Polres Metro Bekasi, Kombes Pol Asep Adisaputra, Kamis (10/8/2017).

Mulanya, Satuan Reskrim Polres Metro Bekasi berhasil meangkap dua orang pelaku terdahulu. Yakni, SU (40) dan NA (39) di Bekasi.

Dari hasil pengembangan pemeriksaan 17 saksi termasuk kasus pencurian yang berjumlah 8 orang. Polisi mensinyalir ada 9 orang yang terlibat dalam pengroyokan Joya,

“Tidak lama, kita berhasil menangkap dua orang pelaku SU dan NA,” ujar Asep.

Teranyar, tiga tersangka baru berhasil dibekuk polisi kembali. Mereka adalah AL (18) KR (55) dan SD (27). Salah satu dari tiga tersangka baru adalah pembakar Joya.

Di dor polisi saat penangkapan

Peran satu tersangka ini memang membuat polisi naik pitam. SD. Akibatnya, SD mendapatkan hadiah timah panas saat dilakukan penangkapan di daerah Pandeglang, Banten.

“SD coba lari saat kita lakukan penangkapan. Namun berhasil kita lumpuhkan,” kata Asep.

Peran SD, kata Asep, memang sangat krusial. Dia adalah pelaku penyiram bensin dan pembakar Joya. Polisi menyatakan kalau SD adalah pelaku utama.

“AL berperan menginjak-injak kepala korban. Sedangkan, KR berperan memukuli perut dan punggung korban, SD menyiram dan membakar,” jelasnya.

Masih akan ada tersangka baru dalam kasus Joya

Asep mengungkapkan, polisi masih akan melakukan pengembangan. Sehingga masih akan ada pelaku lain yang akan dikejar.

“Dari keterangan tersangka dan saksi akan ada nama-nama yang timbul yang akan kita lakukan penangkapan,” katanya.

Lima pelaku tindakan kekerasan bersama ini akan dikenakan Pasal 170 KUHP yakni melakukan tindakan bersama pada kekerasan bersama. Para pelaku pun akan terancam penjara paling lama dua belas tahun. (Mya)


Ingin tulisanmu dimuat di Bekasi Terkini? Kirim ulasan ringan tentang komunitas, kuliner, destinasi, budaya atau tulisan opini ke [email protected]