Amir Mujahidin Ditetapkan Sebagai Pelaku Cabul

Polisi resmi menetapkan Amir Mujahidin (29) sebagai pelaku pencabulan. ADS (10), wanita belia yang masih duduk di bangku kelas IV SD di salah satu sekolah swasta itu menjadi korban pencabulan atas nafsu bejat pelaku, Minggu (30/4/2017) lalu.

Ironisnya, ADS merupakan anak tiri Amir buah hasil pernikahannya dengan wanita berusia 34 tahun berisial DS, pada bulan Februari 2016 silam.

“Kelengakapan data sudah ada, dan Amir kita tetapkan sebagai tersangka atas kasus pencabulan yang telah dilaporkan oleh ibu kandung korban pada tanggal 30 Aril 2016,” ungkap Kepala Subbagian Humas Polres Metropolitan Bekasi Kota, Komisaris Erna Ruswing, Mingu (14/5/2017).

Erna menjelaskan, petugas kepolsian memang tidak melakukan pencarian terhadap Amir atas dasar laporan pencabulan  LP/365/K/IV/2017/SPKT/RBK,tgl 30 April 2017. Sebab, saat ibu kandung korban melaporkan kejadian, pelaku sudah menyerahkan diri.

“Pelaku menyerahkan langsung datang ke Polres Metro Bekasi Kota ruang SPKT bersamaan dengan pelaporan oleh ibu kandung korban,” ungkap Erna. Ia menejelaskan, pelaku bakal dikenakan dengan Pasal 82 UU RI No.35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak.

Peristiwa ini terkuak, saat ibu kandung korban melihat anak pertamanya sedang berada di ruang televisi bersamaan dengan pelaku. Kejadian ini bahkan, memukul perasaan DS. Betapa tidak, anaknya saat itu sedang dicabuli oleh bapak tirinya sendiri di rumah kontrakannya yang berada di bilangan Bekasi Barat.

Kepada penyidik, lanjut Erna, pelaku Amir melakukan hal bejatnya usai memandikan adik korban yang masih balita. Bekal pikiran kotor pelaku, menyuruh korban untuk mandi membersihkan tubuhnya.

Seketika korban sedang membuka celana, tiba-tiba timbul nafsu bejat Amir. Lantas pelaku menyuruh korban menutup pintu, dan menarik tangan korban untuk memuskan birahinya tanpa mempedulikan tanguisan korban.

“Pelaku menarik kepala korban, kemudian mengarahkan batang kemaluan pelaku ke mulut korban. Posisi pelaku duduk dan korban membungkuk, pelaku menyuruh korban menghisap kemaluan pelaku tersebut selama dua menit. Pelaku mengaku sudah melakukan itu sebelumnya sebanyak tiga) kali,” tandas dia.
(Mya)


Ingin tulisanmu dimuat di Bekasi Terkini? Kirim ulasan ringan tentang komunitas, kuliner, destinasi, budaya atau tulisan opini ke redaksi@bekasiterkini.com.