klikbekasi.co

Anggaran DTKB telan miliaran rupiah

Anggaran Dewan Transportasi Kota Bekasi (DTKB) diprediksi akan menelan miliaran rupiah, demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Yayan Yuliana, Senin (10/4/2017)

Hal ini sempat mendapatkan kritikan dari anggota komisi II DPRD Kota Bekasi. Sebab, menurutnya dengan dibentuknya DTKB sama saja membuang-buang anggaran.

“Kalau tidak memakai anggaran ya nantinya tidak bisa berjalan. Dan dibentuknya DTKB adalah upaya membantu pemerintah,” kata Yayan, Senin (10/4/2017) kepada Bekasi Terkini.

Yayan menyebut, untuk tahap awal nanti pemerintah Kota Bekasi akan menganggarkan sebesar Rp 1,5 miliar kepada DTKB. Jumlah ini akan bertambah setelah adanya APBD Perubahan.

“Untuk sementara masih memakai anggaran Dishub, dan ada anggaran tambahan SKPD lain sementara,” kata dia.

Yayang mengaku, saat ini ada 19 titik kemacetan yang ada di Kota Bekasi. Dengan dibentuknya DTKB, ia berharap semuanya dapat diselesaikan bersama, baik pemerintah maupun DPRD Kota Bekasi.

“Titik yang dominan kengalami kemacetan ada pada di Jalan Perjuangan, Bekasi Utara, Jalan Joyomartono, Bekasi Timur, dan setiap hari libur ada di Jalan Lingkar Utara, Bekasi Utara,” terang dia.

Pemerintah Kota Bekasi, lanjut Yayan, sudah berhasil menangani 6 titik kemacetan. Kendati yang perlu dingat haln itu tidak signifikan dibereskan.

“Karena pertumbuhan penduduk masih terus tumbuh, seperti hadirnya perumahan-perumahan baru. Dan tentunya meski kita sudah membereskan ini bukan artinya akan terus menurun. Semuanya masih harus dikerjakan secara teknis dengan serius,” papar dia.

Yayaan mencatat, dari 3,6 juta penduduk warga masyarakat Kota Bekasi. Sedikitnya ada 2 juta kendaraan yang lalu-lalang diwilayah Kota Bekasi.

“40 persen adalah kendaraan roda empat. Dan 60 persen kendaraan roda dua yang terus lalu-lalang di Kota Bekasi. Untuk itu, semuanya akan kita kerjakan bersama dengan DTKB untuk meyeselasaikan transportasi dan infrastrukturnya,” tandas dia. (Mya)

Hal ini sempat mendapatkan kritikan dari anggota komisi II DPRD Kota Bekasi. Sebab, menurutnya dengan dibentuknya DTKB sama saja membuang-buang anggaran.

“Kalau tidak memakai anggaran ya nantinya tidak bisa berjalan. Dan dibentuknya DTKB adalah upaya membantu pemerintah,” kata Yayan, Senin (10/4/2017) kepada Bekasi Terkini.

Yayan menyebut, untuk tahap awal nanti pemerintah Kota Bekasi akan menganggarkan sebesar Rp 1,5 miliar kepada DTKB. Jumlah ini akan bertambah setelah adanya APBD Perubahan.

“Untuk sementara masih memakai anggaran Dishub, dan ada anggaran tambahan SKPD lain sementara,” kata dia.

Yayang mengaku, saat ini ada 19 titik kemacetan yang ada di Kota Bekasi. Dengan dibentuknya DTKB, ia berharap semuanya dapat diselesaikan bersama, baik pemerintah maupun DPRD Kota Bekasi.

“Titik yang dominan kengalami kemacetan ada pada di Jalan Perjuangan, Bekasi Utara, Jalan Joyomartono, Bekasi Timur, dan setiap hari libur ada di Jalan Lingkar Utara, Bekasi Utara,” terang dia.

Pemerintah Kota Bekasi, lanjut Yayan, sudah berhasil menangani 6 titik kemacetan. Kendati yang perlu dingat haln itu tidak signifikan dibereskan.

“Karena pertumbuhan penduduk masih terus tumbuh, seperti hadirnya perumahan-perumahan baru. Dan tentunya meski kita sudah membereskan ini bukan artinya akan terus menurun. Semuanya masih harus dikerjakan secara teknis dengan serius,” papar dia.

Yayaan mencatat, dari 3,6 juta penduduk warga masyarakat Kota Bekasi. Sedikitnya ada 2 juta kendaraan yang lalu-lalang diwilayah Kota Bekasi.

“40 persen adalah kendaraan roda empat. Dan 60 persen kendaraan roda dua yang terus lalu-lalang di Kota Bekasi. Untuk itu, semuanya akan kita kerjakan bersama dengan DTKB untuk meyeselasaikan transportasi dan infrastrukturnya,” tandas dia. (Mya)


Ingin tulisanmu dimuat di Bekasi Terkini? Kirim ulasan ringan tentang komunitas, kuliner, destinasi, budaya atau tulisan opini ke redaksi@bekasiterkini.com.