Bawa Ganja 5 Kilogram, Tukang Ojek Pangkalan Terancam Hukuman Mati

Polsek Bekasi Utara berhasil menciduk seorang tukang ojek pangkalan yang nyambi menjadi pengedar narkotika jenis ganja di daerah Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur pada Jumat, (5/5/2017).

Pelaku atas nama Ibnu Farid diringkus setelah unit narkoba Polsek Bekasi Utara melakukan pengembangan kepada salah seorang tersangka belum lama ini. Dari tangan pelaku, 5 kilogram paket ganja yang dipilah menjadi 5 bata berhasil diamankan.

Kapolsek Bekasi Utara, Komisaris Polisi Suroto menjelaskan, hal itu terjadi setelah petugas mengetahui bahwa di lokasi tempat kejadian perkara (TKP) sering dilakukan oleh tersangka untuk bertransaksi narkoba. Pelaku diciduk saat sedang menunggu pembeli di TKP.

“Sebelumnya kami menaruh curiga terhadap pelaku yang berdiri di pinggir jalan, dan petugas langsung melakukan penggeledahan, ternyata di dalam plastik hitam yang di bawa pelaku terdapat pecahan paket ganja seberat 5 kilogram,” jelas dia, Senin (8/5/2017) kepada awak media.

Saat itu juga, petugas langsung menggiring pelaku ke Polsek Bekasi Utara beserta barang buktinya untuk dilakukan kembali pengembangan. Dan hasilnya, pelaku mengaku hanya menjadi kurir seseorang bernama Idam (masuk dalam daftar pencarian orang).

“Pelaku Idam (DPO) mendapatkannya melalui paket Kantor Pos dan Giro cabang Rawamangun, Jakarta Timur,” kata dia dengan membeberkan barang haram itu didapat dari daerah Nanggro Aceh Darusalam.

“Dari sana (Aceh) pelaku Idam dikirim sebanyak 100 kilogram ganja kering siap edar. Setelah sampai Jakarta pelaku memilahnya dan menyimpan dirumah, pembeli yang sudah memesan akhirnya diketemukan oleh Idam melewati pelaku Ibnu di pangkalan ojek,” tambah dia.

Suroto membeberkan, dalam penangkapan selain mengamankan 5 kilogram ganja, barang bukti lain yang berhasil diamankan petugas yakni 2 unit handphone, 1 buah kartu ATM dan buku tabungan.

Sementara itu, pelaku Ibnu Farid mengaku sudah melakukan bisnis haramnya selama 1 minggu terakhir. Hal itu ia lakukan karena faktor ekonomi untuk memenuhi kebutuhan 2 anak dan istrinya.

“Dari penghasilan ojek saya sekarang kan berkurang. Karena kita bersaing dengan ojek online,” tutur Ibnu menyesali perbuatannya.

Sebab, dari hasil nyambi sebagai pengedar narkotika. Ibnu sendiri mengaku pendapatannya bertambah, apalagi dalan 1 kilogram penjualan Ibnu dapat mendapatkan bonus sebesar Rp200 ribu.

“Harga 1 Kilogramnya Rp3 juta. Dan kemarin ada yang memesan sebanyaj 5 Kilogram. Dari situ saya dalam sehari bisa dapat Rp1 juta ketimbang jadi tukang ojek yang sehari hanya Rp50 ribu,” kata dia.

Kendati atas hal ini pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan hukuman berlapis. Ia dikenakan pasal pidana 114 ayat 2, subsider Pasal 111 ayat 2, sesuai dengan UURI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Pelaku terancam Pasal 114 ayat 2 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup kurungan max 20 tahun dan minimal 5 tahun penjara. (Mya)


Ingin tulisanmu dimuat di Bekasi Terkini? Kirim ulasan ringan tentang komunitas, kuliner, destinasi, budaya atau tulisan opini ke redaksi@bekasiterkini.com.