klikbekasi.co

Belum dapat keputusan, supir elf tak tahan ingin demo rumah wali kota Bekasi

Supir Elf K-01 A jurusan Terminal Cikarang – Terminal Bekasi mengaku kecewa berat dengan Pemeritah Kota Bekasi yang tidak memberikan keputusan untuk mengembalikan trayeknya kembali.

Salah satu supir Elf, Wahyudi (31) mengatakan, pendapatannya satu bulan terakhir amburadul lantaran penumpangnya menurun. Pasalnya, para supir hanya mengharapkan penumpang dari titik stasiun Bekasi.

Wahyudi mendorong, agar bos atau pemilik mobil angkutan jenis Elf dapat kembali mengintruksikan para supir untuk kembali menggelar aksi protes kerumah Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

“Kita minta bos saja untuk mengintruksikkan kami kembali demosntrasi, kalau bisa ke rumah wali kota. Karena pendapatan kami benar-benar sangat turun,” ungkap dia, Senin (13/3/2017) kepada Bekasi Terkini.

Wahyudi menjelaskan, pendapatan para supir Elf menurun sampai dengan 50 persen dari pendapatan biasanya. Kata dia, biasanya ia dan rekan-rekannya mendapatkan Rp 150 ribu, dan pailing kecil Rp 70 ribu, per-hari untuk menghidupi keluarganya.

“Itu bersih kita sudah beli solar dan setoran sama bos. Tapi sekarang tidak sampai segitu, malahan paling mentok pendapatan kami mencapai Rp 50 ribu per-harinya,” jelas dia.

Hal itu dikarenakan, trayek Elf K-01 A dirubah oleh Pemerintah Kota Bekasi belum lama ini. Tadinya trayek angkutan tersebut menggunakan rute sampai dengan stasiun Bekasi.

“Inilah akibatnya. Karena andalan penumpang kami ini hanya ada di stasiun Bekasi saja. setiap bongkaran kereta itu bisa sampai dengan 3 angkutan langsung penuh ketimbang kita mencari penumpang di setiap titik jalan,” ujar dia.

Kabar yang diperoleh Bekasi Terkini. perjuangan para supir Elf ntuk mengembalikan trayek lama akan diberikan bantuan hukum. Kendati, Wahyudi tidak mengetahuinya.

“Kalau itu kita kurang paham, itu urusannya paling sama bos-bos kami. Kami ini kan hanya pekerja saja yang tinggal terima intruksi. Intinya kami menunggu intruksi agar bos kembali terjun ke jalan,” tandas dia. (Mya)


Ingin tulisanmu dimuat di Bekasi Terkini? Kirim ulasan ringan tentang komunitas, kuliner, destinasi, budaya atau tulisan opini ke redaksi@bekasiterkini.com.