klikbekasi.co

Dirut Baru PDAM Tirta Patriot Selera Wali Kota

Teka-teki tentang siapa yang bakal mengisi kursi Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Patriot Kota Bekasi pengganti almarhum Tubagus Hendi Irawan akan segera berakhir. Kini semua keputusan ada di tangan Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi akan diberikan kepada siapa titahnya itu.

Jika tidak ada halangan, maka tanggal 26 Oktober 2017 (hari ini) atau 30 Oktober 2017 nama Direktur PDAM Tirta Patriot sudah muncul.

Merunut proses seleksi terakhir, yakni fit and proper test yang digelar pada 19 Oktober 2017, maka calon pengisi kursi Dirut PDAM Tirta Patriot ada tiga nama. Mereka adalah Solihat, Sugiyanto dan Djoko Suprapto.

Tiga orang tersebut, bukan orang sembarangan. Ketiganya merupakan orang yang sudah cukup makan asam garam di dunia bisnis air milik pemerintah daerah. Dan yang tak kalah penting, para kandidat memiliki jejaring kuat yang bisa mempengaruhi kebijakan.

Solihat misalnya, merupakan pegawai karir di PDAM Tirta Bhagasasi, perusahaan daerah yang sahamnya dimiliki Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi. Di perusahaan plat merah itu, Solihat juga pernah menduduki posisi direktur umum.

Ia juga dikenal memiliki jejaring bagus, baik dengan para politisi, birokrat dan para aktivis serta tokoh masyarakat. Solihat atau akrab disapa Ebot terkenal lues dalam bergaul dan merupakan sosok yang royal.

Sementara Sugiyanto, juga bukan nama asing. Ia memulai karir di PDAM Tirta Bhagasasi sama seperti Solihat. Saat ini Sugiyanto juga menjabat Direktur Umum (Dirum) PDAM Tirta Patriot terhitung sejak Januari 2015.

Dari sisi jejaring, Sugiyanto mungkin tak sekuat pesaingnya Solihat. Hanya saja, ia dikabarkan memiliki hubungan cukup dekat dengan PKS Kota Bekasi, partai tempat Wakil Wali Kota Bekasi, Ahmad Syaikhu bernaung. Bahkan ada kabar yang menyebutkan, keberhasilan Sugiyanto menjadi Direktur Umum PDAM Tirta Patriot berkat sokongan PKS.

Lalu siapa Djoko Suprapto? Namanya memang asing di Kota Bekasi. Namun dalam urusan bisnis air milik pemerintah daerah, namanya tidaklah asing. Ia tercatat pernah menjabat Direktur PDAM Sragen.

Djoko Suprapto juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Dari sisi jejaring, ia bisa dikatakan memiliki jaringan kuat. Buktinya, ia pernah menjadi kandidat Wakil Bupati Sragen mendampingi kader Golkar, Agus Fatchur Rahman.

Ladang basah yang jadi rebutan

Bicara perebutan tampuk kuasa di PDAM Tirta Patriot selalu menarik dan panas. Sebab, meski perusahaan air ini belum memberikan profit yang signifikan bagi kas daerah Kota Bekasi, namun sejatinya BUMD ini merupakan ladang basah yang menjadi incaran banyak orang.

Penelusuran Bekasi Terkini, dokumen laporan auditor independen atas keuangan PDAM Tirta Patriot sepanjang tahun 2015 dengan Nomor: B.026/ANT/III/2016 menyebutkan, jumlah aset PDAM Tirta Patriot nilainya mencapai Rp 154.978.071.239.

Angka itu mengalami peningkatan cukup signifikan dibanding tahun 2014 yang hanya mencapai Rp 132.333.488.871.

Sementara, untuk pendapatan usaha PDAM Tirta Patriot pada tahun 2015, jumlahnya mencapai Rp 52.310.707.220. Rinciannya, pendapatan air sebesar Rp 48.348.943.300 dan pendapatan non air Rp 3.961.763.920.

Pendapatan tahun 2015 mengalami kenaikan dari tahun 2014, di mana pendapatan PDAM Tirta Patriot pada tahun 2014 mencapai Rp 43.472.232.543 dengan rincian pendapatan air Rp 40.146.893.200 dan pendapatan non air Rp 3.325.339.343.

Meski memiliki pendapatan besar, namun pengeluaran PDAM Tirta Patriot juga tidak kalah tinggi. Dari beban usaha saja, pada tahun 2015 jumlahnya mencapai Rp 50.376.694.347. Sehingga dengan begitu, pada tahun tersebut laba usaha PDAM Tirta Patiot hanya mencapai Rp 1.934.012.873.

Beban usaha PDAM Tirta Patriot pada tahun 2015 cenderung mengalami kenaikan dibanding dengan tahun 2014 yang jumlahnya mencapai Rp 42.369.904.081 dengan laba hanya Rp 1.102.328.462.

Dari angka yang tersaji saja, tidak salah jika kemudian perusahaan plat merah ini menjadi rebutan banyak orang.

Lantas siapakah orangnya yang akan dipilih menjadi pemimpin lahan basah ini?

Melihat dari pengalaman dan jejaring, sesungguhnya ketiganya sama-sama memiliki peluang untuk menduduki posisi tertingi di PDAM Tirta Patriot.

Namun dari kabar yang mengemuka di publik, dari ketiga orang kandidat, Solihat dinilai memiliki kans yang kuat untuk mengisi jabatan Direktur Utama PDAM Tirta Patriot ketimbang Sugiyanto atau Djoko Suprapto.

Bahkan konon kabarnya, Solihat memang mengincar jabatan Direktur PDAM Tirta Patriot dan sudah digadang menjadi Dirut PDAM Tirta Patriot bila mana terjadi pergantian tampuk kepemimpinan di tubuh perusahaan air minum plat merah tersebut.

Tapi lagi-lagi semua keputusan ada di tangan Wali Kota Bekasi. Manakah yang sesuai dengan selera orang nomor satu di Kota Bekasi tersebut?

“Direktur PDAM Tirta Patriot haruslah sosok yang bisa melakukan perubahan terutama dalam ekspansi jumlah pelanggan. Terutama melakukan pengembangan saat nanti ada pemisahan antara kota dan kabupaten. Siapa saja yang direkomendasi tim seleksi itu yang kami ambil,” ujar Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, diplomatis.(Ical)


Ingin tulisanmu dimuat di Bekasi Terkini? Kirim ulasan ringan tentang komunitas, kuliner, destinasi, budaya atau tulisan opini ke redaksi@bekasiterkini.com.