DPRD minta Pemkot Bekasi tinjau ulang trayek Elf K-01 A

Kisruh supir Elf K-01 A jurusan Terminal Cikarang-Bekasi sampai saat ini menjadi polemik di Kota Bekasi. Hal ini diakibatkan lantaran Dinas Perhubungan Kota Bekasi mengembalikan trayek angkutan tersebut.

Angkutan yang biasa memboyong penumpangnya dari Stasiun Bekasi-Terminal Cikarang ini dikembalikan trayeknya hanya sampai Terminal Bekasi. Hal ini intruksi dari wali Kota Bekasi belum lama ini.

Pemerintah Kota Bekasi, beranggapan bahwa hal ini sebagai bentuk upaya penataan kota agar terhindar dari kemacetan yang sering nampak terjadi disekitar Stasiun-Bulan-bulan Bekasi.

Pasalnya, angkutan tersebut seringkali memarkirkan kendaraanya di bahu jalan sehingga menyebabkan kemacetan.

Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Ronny Hermawan, mengatakan agar pemerintah dapat kembali meninjau ulang kebijakan yang sudah dilaksanakan.

“Ya, sebaiknya trayek itu di atur berdasarkan survey kebutuhan warga terkait mobilitas seputaran dalam dan antar wilayah yang ada di Kota Bekasi,” kata dia, Kamis (23/3/2017) kepada Bekasi Terkini.

Seharusnya kata Ronny, pemerintah Kota Bekasi membuat trayek layanan transportasi seperti elf dan angkutan lainnya lebih dipermudah. Karena bagaimanapun hal itu adalah bentuk kepentingan mobilitas masyarakat.

“Pemerintah harus memikirkan efesiensi rute. Mempermudah warga yang menggunakan transportasi darat supaya terwujud rute yang singkat dan murah bagi warga. Tidak sebaliknya,” kata dia.

Demikian juga, sambung Ronny, pihak swasta seperti Organisasi angkutan darat (Organda) sebagai penyedia kendaraannya agar mengikuti dengan rasional kondisi yang ada.

Selain itu, kata Ronny, bila memang pemerintah Kota Bekasi ingin mengurai kemacetan yang ada di sekitar Stasiun Bekasi idealnya juga harus menertibkan angkutan lainnya yang sering memarkirkan kendaraannya di bahu jalan.

“Banyak ojek online dan ojek pangkalan juga yang menjadi penyebab kemacetan, jadi tidak hanya angkutan Elf K-01 A saja. angkutan lain pun demikian, juga pengemudi ojek dan penjual asongan banyak yang memanfaatkan pedestrian sehingga menjadi lalu lintas semraut, pejalan kaki jadi memakai bahu jalan,” papar dia.

Pemerintah Kota Bekasi, kata Ronny, juga harus seimbang dalam mengakkan aturan yang ada. Jadi dalam menindak suatu maslah jangan mennyudutkan hanya pada satu item saja.

“Harus rill menyeluruh jangan tebang pilih bila ingin mengurai kemacetan itu. Karena sampai saat ini Dishub Kota Bekasi juga sangat acuh akan adanya pengendara ojek yang sembatrang memarkirkan kendaraanya sembarang, becak dan pedagang asongan,” tandas dia. (Mya)


Ingin tulisanmu dimuat di Bekasi Terkini? Kirim ulasan ringan tentang komunitas, kuliner, destinasi, budaya atau tulisan opini ke redaksi@bekasiterkini.com.