Gemilang karir Siti Aisyah

Siapa yang tak kenal politisi perempuan berparas cantik berbalut jilbab ini, menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPRD Jawa Barat, karir politiknya gemilang, awalnya dia dimasukkan dalam kepengurusan Partai Golkar Kecamatan Jatiasih. Yaa, ia adalah Siti Aisyah Akhmad Zurfaih.

“Karena perempuan, jadilah saya sekretaris partai. Pada saat yang bersamaan saya juga menjadi Ketua Kesatuan Perempuan Politik Golkar (KPPG) Jatiasih,” kata dia, Jumat (10/3/2017) kepada Bekasi Terkini.

Karir politik Aisyah melejit. Hanya dalam waktu satu tahun, pada 2004 dia dipercaya menempatkan posisi puncak di Jatiasih, yakni Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) Golkar Jatiasih.

Kemudian, Anggota Fraksi Golkar DPRD Kota Bekasi, priode 2004-2009. Bahkan, pada saat itu, Siti Aisyah meraih 19 ribu suara dan menjadi peraih suara terbanyak ke dua di Pemilihan Legislatf (Pileg).

Sukses terjun di ranah partai politik bagaikan makan sambal. Semakin pedas dan gurih, semakin nikmat dirasakan.

Tak hanya puas menjadi anggota DPRD Kota Bekasi, dalam pemilihan umum legislatif 2009 Aisyah memutuskan mencalonkan diri sebagai legislator di DPRD Provinsi Jawa Barat. Dan berhasil menjadi wakil rakyat di Jawa Barat.

Kecintaan masyarakat kepada Aisyah terus terlihat, seiring gigihnya juang Aisyah dalam menampung setiap aspirasi masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) tempat ia terpilih

Hasilnya, pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2013, Wanita yang akrab disapa Yeyen itu kembali terpilih menjadi Anggota DPRD Jawa Barat. Saat ini, Aisyah menjabat Ketua Komisi IV DPRD Jawa Barat.

Siti Aisyah merupakan putri dari Akhmad Zurfaih, Walikota Bekasi priode 2003 – 2008. Ia mengaku, ayahnya merupakan sosok panutan yang mengajarkan serta membimbingnya, hususnya dalam bidang politik.

“Saya ingin melanjutkan perjuangan ayah saya, dalam mengabdi untuk masyarakat lewat jalur politik,” kata dia.

Karirnya, bukan hanya melejit di Politik. Pada bidang organisasi, Siti Aisyah cukup gemilang. Ia menjadi Perempuan Pertama Pimpin Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Itu terjadi saat DPD KNPI Kota Bekasi menggelar musyarah daerah (musda) pada 2007. Ketika itu di Kota Bekasi mempunyai 62 organisasi kepemudaan dan mahasiswa.

Sebagai anggota DPRD yang masih muda, pada 2006 masih 27 tahun, Aisyah terobsesi memimpin KNPI. Ia membuktikan, Dari total 62 suara, ia meraih 48 suara dan berhasil mengalahkan kandidat lain.

“Saat itu, baru saya Ketua KNPI dari perempuan dan termuda, 28 tahun,” kata Aisyah bangga.

Setelah pernah memimpin KNPI Kota Bekasi, saat ini Aisyah dipercayakan sebagai Ketua DPD KNPI Jawa Barat. Namun kesibukan di dunia organisasi politik, kepemudaan, keagamaan, dan sosial, bukan berarti meninggalkan keluarga kecilnya.

“Saya tetap dalam satu minggu ada waktu untuk bareng mereka,” ujar dia. Aisyah juga mengakui bahwa waktu untuk anak – anaknya dijadwalkan setiap Sabtu dan Minggu.

“Paling-paling refreshing ke mal atau berenang”. tutur dia. Diakuinya pula bahwa anak – anaknya sudah terbiasa ditinggal kerja.

“Tapi bagaimana pun setiap pagi saya harus nyiapin sarapan buat mereka,” ujar dia.

Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bekasi, Siti Aisyah dikabarkan maju pada perhelatan pesta demokrasi daerah lima tahunan itu.

”Saya serahkan semua ke partai dan masyarakat. Apapun keputusan partai saya akan laksanakan,”ujar dia.

Bagi Aisyah, intruksi partailah keputusan yang terbaik. Jika belum diamanatkan, dirinya akan legowo serta menjalankan setiap intruksi yang diberikan oleh partai golkar.

“Jika belum diamanatkan, masih banyak waktu. Juga mungkin ada jalan yang terbaik untuk kita. Saya niat maju bukan karena mengejar jabatan, saya hanya ingin memberikan yang terbaik untuk kota kelahiran saya ini,” pungkas dia.

Aisyah, Berbuat Untuk Kota Bekasi Lewat Jawa Barat. Putri anak kandung Akhmad Zurfaih ini memang pantang menyerah memperjuangkan aspirasi warga Kota Kelahirannya, yakni Kota Bekasi.

Sudah banyak hasil perjuangan Siti Aisyah melalui legislatif Jawa Barat, yang berdampak baik untuk Kota Bekasi. Baik dalam bidang Infrastruktur, Pendidikan serta Kesehatan. Jika dilihat, sebagai wakil rakyat, Politisi asal Partai Golkar itu memenuhi janjinya kepada masyarakat.

“Saya tidak ingin membuat masyarakat yang sudah mengamanahkan saya sebagai wakil mereka di parlemen kecewa, saya akan terus berjuang untuk mereka,” kata dia.

Pembangunan, Pendidikan dan kesehatan lewat APBD Jawa Barat adalah salah satu sumbangsihnya sebagai wakil rakyat untuk masyarakat Kota Bekasi.

Pada APBD 2017 melalui DPRD Jawa Barat, Siti Aisyah berhasil memperjuangkan aspirasi masyarakat hususnya Kota Bekasi.

Diantaranya pada bidang kesehatan, lewat perjuangannya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menganggarkan 1,4 Miliyar lebih untuk Jamkesmas Penerima Biaya Iuaran (PBI) lalu, lanjutan pembangunan gedung Kesenian Kota Bekasi mendapatkan 4,2 Miliyar, serta Penanganan Daerah Aliaran Sungai (DAS) Pengasinan , Sasak Jarang, Kota Bekasi 10 Miliyar. Dan masih banyak lagi anggaran lain yang berhasil diperjuangkan oleh Siti Aisyah.

“Bekasi merupakan tanah kelahiran dan tanah leluhur saya, bekasi merupakan daerah yang sangat kaya akan sumber daya manusia dan alam yang potensial namum belum tergali secara maksimal, ini yang membuat saya ingin berbuat lebih banyak untuk Kota Bekasiku tercinta,” ujar dia.

Sebagai Anggota DPRD Jabar, Dirinya bertekad terus berkomitmen berjuang untuk masyarakat Jawa Barat, hususnya di daerah pemilihan (Dapil)nya , Kota Bekasi – Depok.

Ia dinilai benar-benar mengemban amanah rakyat yang memilih sosok Aisyah, dibuktikannya, dengan menjabat sebagai Anggota DPRD Jawa Barat selama dua priode.

Blusukan baginya bukanlah hal baru, dengan berbaur dengan masyarakat dapat menyerap aspirasi, bahkan terjun langsung membantu masyarakat.

” Memperjuangkan rakyat itukan ibadah, jadi harus dilakukan dengan Ikhlas,” tandas dia. (Mya)


Ingin tulisanmu dimuat di Bekasi Terkini? Kirim ulasan ringan tentang komunitas, kuliner, destinasi, budaya atau tulisan opini ke redaksi@bekasiterkini.com.