klikbekasi.co

Hamburkan Uang Rakyat, Penyelengaraan Kongres Pemuda Kota Bekasi Menuai Kritik

Penyelenggaraan Kongres Pemuda Kota Bekasi pada tanggal 23 sampai 26 Oktober 2016 di Hotel Santika, Mega Bekasi yang diinisiasi oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Bekasi bekerjasama dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bekasi menuai kritik tajam.

Acara yang dihelat dengan menggunakan anggaran APBD Kota Bekasi senilai Rp 700 juta tersebut dinilai hanya menghambur-hamburkan uang rakyat lantaran tidak memiliki konsep dan ukuran pencapaian yang jelas.

“Luar biasa sekali acara ini, di hotel mewah dengan anggaran yang besar tapi sayang konsepnya tidak jelas dan ukuran pencapaiannya juga tidak jelas. Kesan yang kemudian kami tangkap ini hanya hambur-hamburkan uang rakyat,” ujar Aktivis Kepemudaan Kota Bekasi, Adi Yunsyah, melalui rilis yang dikirim kepada Bekasi Terkini, Selasa (24/10).

Padahal kata dia, semestinya dengan daya dukung anggaran yang memadahi, Kongres Pemuda bisa menjadi sesuatu yang berarti bagi kemajuan dunia kepemudaan di Kota Bekasi.

Kongres Pemuda harusnya, bisa menjawab sejumlah permasalahan-permasalahan krusial di dunia kepemudaan baik di tingkat lokal Kota Bekasi maupun nasional.

“Jadi kesannya ini hanya kumpul-kumpul saja. Sebatas seremoni, tidak jelas arahnya mau kemana,” sindir pria yang akrab disapa Monel itu.

Dalam persoalan ini, ia juga mengkritik pihak Dinas Kepemudaan dan olahraga Kota Bekasi yang seakan-akan hanya bertindak sebagai Event Organizer.

“Jadi kesannya hanya mengumpulkan personal-personal yang menatasnamakan organisasi-organisasi kepemudaan tanpa verifikasi yang jelas, mekanisme yang jelas. Lagi-lagi hanya menghamburkan uang rakyat. Padahal kalau anggaran dimanfaatkan untuk kepentingan yang jelas justru jauh bermanfaat,” tandasnya.

Pria yang juga duduk dalam struktur Majelis Pemuda Indonesia (MPI) KNPI Kota Bekasi itu juga menyayangkan keterlibatan KNPI Kota Bekasi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut yang seakan hanya sebagai bagian dari legitimasi semata.

“Sebagai MPI KNPI saya sayangkan keterlibatan KNPI yang hanya sebatas pemberi legitimasi saja. Tidak ada disana sumbasing atau konrtibusi pemikiran berupa konsep yang jelas. Jelas kami sayangkan hal itu,” kritik Monel.

Ke depan, ia tidak ingin ada kegiatan-kegiatan yang arahnya tidak jelas. Yang kemudian terkesan menghambur-hamburkan uang rakyat.

“Jangan sampai kegiatan yang ada hanya sekedar menghabiskan uang rakyat atau diadakan untuk merampok uang rakyat,” kata dia.

Atas persoalan tersebut, ia meminta kepada Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Bekasi dan KNPI Kota Bekasi memberikan klarifikasi yang jelas kepada publik atas terselenggaranya Kongres Pemuda Kota Bekasi.

“Perlu ada klarifikasi kepada publik soal kegiatan ini. Para penyelenggara harus berani dan siap bertanggungjawab atas yang sudah mereka perbuat.Hari ini kami ingin ada penjelesan yang masuk akal dan bisa diterima logika dan akal sehat,” pungkasnya,

Sampai berita ini dimuat, belum ada konfirmasi dari pihak Dinas Kepemudaan dan Olahraga maupun KNPI Kota Bekasi pimpinan Ari Tarigan.(*)


Ingin tulisanmu dimuat di Bekasi Terkini? Kirim ulasan ringan tentang komunitas, kuliner, destinasi, budaya atau tulisan opini ke redaksi@bekasiterkini.com.