klikbekasi.co

Hasil Autopsi Diharapkan Jadi Bukti Otentik Kematian Joya

Disaster Victim Indentification (DIV) Bibdokes Polda Metro Jaya dan Tim Forensik RS Polri, membongkar makam Muhammad Alzahra alias Joya (30) terduga maling amplifier yang tewas dibakar massa. Pembongkaran kuburan untuk keperluan autopsi jenazah guna melengkapi berkas penyidikan.

“Kami berharap dengan dilakukannya autopsi, tahu penyebab almarhum meninggal itu apa,” kata Siti Zubaidah, istri Alzahra, Rabu (9/8/2017).

“Terus diapain saja. Harapan saya polisi menangkap semua pelaku (pembakaran),” sambungnya dengan terbata-bata di kediamannya Kampung Kavling Jati, RT 04 RT 05, Nomor 141, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara.

Siti tak datang dalam pembongkaran makam suaminya yang digelar polisi hari ini. Dia berharap polisi mengusut tuntas kasus ini, termasuk menghukum seberat-beratnya pelaku yang membakar suaminya. Meskipun saat ini ia telah memaafkan.

Joya dimakamkan di di tempat pemakaman umun (TPU) Kedondong, BTN Buni Asih, Kampung Kongsi, Cikarang Utara. Proses pembongkaran kuburan Joya itu dipadati sejumlah warga yang ingin melihat.

Kematian Joya yang tragis menjadi sorotan publik. Joya mati dibakar massa setelah dituding mencuri amplifier di musala Al-Hidayah di Desa Sukatenang, Kecamatan Babelan, awal bulan kemarin.

Untuk sementar, Polres Metropolitan Bekasi juga tengah mengamankan dua warga yang memprovokasi sampai Joya dikeroyok massa hingga akhirnya mati di bakar.

Mereka berinsial SU dan NA. Kedua orang itu bukanlah yang membakar Joya. Mereka menurut keterangan polisi hanya menendang dan memukul korban. Polisi hingga saat ini masih mencari pelaku pembakar Joya. (Mya)


Ingin tulisanmu dimuat di Bekasi Terkini? Kirim ulasan ringan tentang komunitas, kuliner, destinasi, budaya atau tulisan opini ke redaksi@bekasiterkini.com.