Kata Rahmat Effendi tentang HUT Kota Bekasi ke-20

Tepat pada 10 Maret 2017. Kota Bekasi memasuki usia yang ke 20 Tahun setelah diberlakukannya pemekaran antara Kota dan kabupaten Bekasi pada tahun 1997.

Empat tahun masa kepemimpinan Rahmat Effendi dan Ahmad Syaikhu sebagai Wali Kota Bekasi – Wakil Wali Kota Bekasi setelah memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 2013 lalu, di Kota Bekasi tumbuh berkembang begitu pesat.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di milad Kota Bekasi ke-20 ini, mengatakan, Bagi mereka berdua masa empat tahun seakan begitu singkat sekali. Sebab, Ia menyadari terlalu banyak pekerjaan rumah yang mesti mereka berdua rampungkan.

“Akan tetapi, Alhamdulillah dengan ikhtiar dan kerja keras saya, Pak Ustadz seluruh apartur Pemkot Bekasi dan tentunya tidak bisa kita kesampingkan juga peran serta masyarakat, hari ini kita semua bisa saksikan buah dari kerja keras tersebut. Dan saya meyakini, bahwa hasil tidak pernah akan menghianati sebuah proses,” kata dia kepada Bekasi Terkini.

Terlepas memang, lanjut Pepen sapaan akrab Rahmat Effendi, masih saja ada kekurangan di sana – sini dalam perjalanan empat tahun kepempinannya dan Ahmada Syaikhu. Kendati, kata dia, itu semua ia kembalikan kepada masyarakat Kota Bekasi.

“Namun yang jelas, komitmen saya dan Pak Ustadz tidak akan berubah. Kita tetap komitmen untuk mewujudkan Kota Bekasi yang maju, sejahtera dan ihsan. Bentuk komitmen itu kita sajikan dalam sejumlah program aksi yang mana capaiannya bisa dilihat.

Seperti halnya, kata Pepen, hari ini, Kota Bekasi misalnya memiliki stadion bertaraf internasional. Gedung pemerintahan terpadu 10 lantai guna mempermudah pelayanan masyarakat. RSUD Kota Bekasi dengan pelayanan dan fasilitas yang semakin memadahi untuk masyarakat.

Lainnya juga, seperti bangunan 8 lantai untuk rumah sakit tanpa kelas, memiliki pusat katerisasi laboratorium jantung, Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) pra – rumah sakit, ambulans siaga RSUD Kota Bekasi, dan rencana pembangunan rumah sakit untuk rehabilitasi korban narkoba.

“Gedung – gedung sekolah baru juga terus kami bangun. Jalan, jembatan, saluran, polder air, taman, pedestrian dan sejumlah sarana serta fasilitas publik lainnya.

Di lain sisi, Pemerintah kata Pepen, juga menggratiskan pendidikan bagi sekolah negeri dan juga mensubsidi siswa di sekolah swasta. Tahun ini, bahkan masyarakat Kota Bekasi yang berpenghasilan sama atau di bawah Upah Minimum Kota (UMK) bisa mendapatkan layanan berobat gratis di 37 rumah sakit yang ada di Kota Bekasi, baik RSUD maupun swasta.

“Dalam membangun kota ini, Pemkot Bekasi juga berkomitmen untuk senantiasa melibatkan masyarakat. Tahun ini misalnya kami menaikan insentif untuk RT dan RW. Kami juga memberikan insentif bagi tiap – tiap penggerak bank sampah di masing – masing wilayah yang ada di Kota Bekasi,” tutur dia.

Pepen membeberkan, sejumlah penghargaan juga berdatangan untuk Kota Bekasi. Seperti diraihnya opini Wajar Tanpa Pengecualian terhadap laporan keuangan Pemkot Bekasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Pemkot Bekasi juga meraih penganugrahan Dan Rakca dari Kementerian Keuangan karena dianggap baik dalam pengelolaan keuangan. Belum lagi penghargaan lainnya.

“Pemerintah Kota Bekasi juga tak lupa, senantiasa menjaga kerukunan hidup antar suku dan antar umat beragama. Karena kami menyadari bahwa kota ini, adalah kota yang heterogen. Kami komitmen untuk terus merawat kebhinekaan itu. Sekali lagi, tidak ada mayoritas dan minoritas. Semua warga Kota Bekasi wajib diperlakukan sama,” tandas dia. (Mya)


Ingin tulisanmu dimuat di Bekasi Terkini? Kirim ulasan ringan tentang komunitas, kuliner, destinasi, budaya atau tulisan opini ke redaksi@bekasiterkini.com.