klikbekasi.co

Koalisi yang Dibangun Golkar Terancam Bubar

Bangunan koalisi yang tengah dirajut Golkar dengan sejumlah partai politik di Kota Bekasi seperti, PKB, PAN, PPP, Hanura, Demokrat, Nasdem, Perindo terancam bubar di tengah jalan seiring keputusan Golkar dan PDI Perjuangan berkoalisi di Jawa Barat.

Sebab koalisi beringin dan banteng tidak hanya berlaku untuk level Pilgub Jawa Barat saja. Keduanya juga sepakat untuk berkoalisi di 16 daerah di Jawa Barat yang akan menghelat Pilkada salah satunya Kota Bekasi.

Sementara di Kota Bekasi sendiri, Golkar tidak mengajak PDI Perjuangan untuk masuk dalam koalisi yang tengah mereka bangun.

Maka, besar kemungkinan, jika PDI Perjuangan ikut bergabung dalam koalisi yang Golkar rajut dengan partai-partai di Kota Bekasi bisa bubar di tengah jalan.

“Wah kalau PDI Perjuangan masuk, kesepakatan koalisi partai-partai yang dibuat di Hotel Horison bisa bubar di tengah jalan,” ujar sumber Bekasi Terkini yang merupakan elit partai di Kota Bekasi, Kamis (10/8).

Menurut sumber, PDI Perjuangan yang memiliki 12 kursi di DPRD Kota Bekasi pasti akan memaksakan kadernya untuk dicalonkan dalam Pilkada. Sementara, partai-partai yang lebih dulu masuk dalam gerbong, tentu tidak akan merelakan hal itu terjadi.

“Kami mau masuk ke koalisi karena kami berharap, Golkar mau mengambil salah satu kader partai di koalisi untuk disandingkan dengan petahana Rahmat Effendi. Kalau tiba-tiba PDI masuk, seting yang sudah ada bisa berantakan,” kata sumber.

Masih kata sumber, jika pada akhirnya, Golkar tetap ngotot, partai-partai yang sudah lebih dulu masuk ke dalam gerbong bisa saja memilih meninggalkan gerbong tersebut.

“Wah mending kita bikin poros baru untuk Pilkada Kota Bekasi kalau memang akhirnya PDI Perjuangan masuk,” kata sumber.

Sementara Ketua DPC PPP Kota Bekasi, Solihin menanggapi koalisi Golkar dan PDI Perjuangan di Jawa Barat dengan santai, bagi PPP kesapakatan Golkar dan PDI Perjuangan di Jawa Barat merupakan hal wajar dan sah-sah saja. Ia tidak mau berkomentar terlalu jauh soal itu.

Hanya saja, ia menegaskan, kalau PPP di Kota Bekasi sampai detik ini memastikan tetap berada dalam gerbong koalisi.

“PPP sudah lebih dulu menyatakan dukungan untuk Rahmat Effendi maju di Pilkada Kota Bekasi. Jadi kita akan konsisten dengan itu. Kami tetap bersama Golkar,” kata dia.

Lalu bagaimana pandangan PDI Perjuangan Kota Bekasi mengenai kebijakan partainya di level Jawa Barat?

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi, Anim Imamudin berharap, jika partainya di level provinisi berkoalisi dengan Golkar maka di level Kota Bekasi hal itu juga terjadi.

“Harapannya di atas dan di bawah sama. Dan kita tentu fatsun dengan keputusan partai di level atas,” kata dia.

Sekretaris DPD Golkar Kota Bekasi, Heri Budisusetyo mengatakan, Golkar Kota Bekasi memilih untuk menunggu keputusan partai di level pusat soal kebijakan koalisi Golkar-PDI Perjuangan di Jawa Barat.

“Kita tunggu saja dari pusat,” kata dia, singkat.

Sementara soal ditanya, kemungkinan bubarnya koalisi yang sudah Golkar rajut, ia menjawab diplomatis.

“Belum tau, kita lihat saja nanti,” pungkasnya.

Minggu (6/8/2017) di Hotel Horison Golkar menjamu makan malam partai politik di Kota Bekasi dari PPP, PAN, PKB, Hanura, Demokrat, Nasdem dan Perindo. Tak hanya makan malam, dalam momen tersebut kesepakatan koalisi pada Pilkada Kota Bekasi 2018 pun diteken. Sementara PDI Perjuangan, PKS dan Gerindra menjadi partai yang tidak diundang atau lebih tepatnya ditinggal.(Red)


Ingin tulisanmu dimuat di Bekasi Terkini? Kirim ulasan ringan tentang komunitas, kuliner, destinasi, budaya atau tulisan opini ke [email protected]