Korban penggusuran: wali Kota Bekasi jangan jadi ‘Pengecut’

Aksi demonstrasi ratusan massa gabungan dari supir Elf K-01A dan korban penggusuran di depan kantor pemerintah Kota Bekasi masih terus berlangsung, Selasa (21/3/2017).

Mereka mengecam akan terus melakukan demonstrasi di depan kantor pemerintah Kota Bekasi sampai dengan aspirasinya di dengar langsung oleh wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

Enih, salah satu korban penggusuran Kampung Bulak Poncol, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, meminta agar wali Kota Bekasi keluar dari kantor kerjanya.

Enih menginginkan agar wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mendengar cerita kelamnya selama 6 bulan sejak bulan November 2016 lalu tidur dengan berasalan spanduk dan terval.

Kala itu, Enih bersama dengan keluarganya terpaksa harus keluar dari zona nyaman yang sudah dibangunnya selama belasan tahun. Hal itu dikarenakan alat berat milik Pemkot Bekasi perlahan terus menggerus rumah tetangganya hingga akhirnya rumah Enih pun menjadi target pembongkaran.

“Saat ini saya ingin menyampaikan keluh kesal saya kepada Rahmat Effendi, saya ingin bertatap muka dan menginginkan dia mendengarkan apa yang menjadi kisah saya akibat perbuatannya,” kata dia kepada Bekasi Terkini.

Dari pagi hari, hingga menjelang sore. Apa yang menjadi keinginan massa bertatap muka dengan wali Kota Bekasi pun belum dapat dilakukan. Ia juga menyesali sikap yang ditunjukkan wali Kota Bekasi terhadap warganya.

“Wali Kota Bekasi jangan menjadi pengecut, segera temui kami yang memang ingin mendengarkan ucapan dari mulutnya tentang kisah kami semua,” kata dia.

Rahmat Effendi kata Enih, sangat tidak proaktif terhadap korban penggusuran. Ia menyebut Rahmat Effendi lupa akan kepada warganya selama ini yang telah memilihnya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2013 lalu.

“Dulu dia mengemis politik kepada warga saat ingin menjadi wali Kota. Tapi kenapa sekarang dia sombong tidak pernah ingin menemui kami. tidak pernah menemui para demosntrasi. Dulu belum pinter mohon-mohon sama kami, sekarang sudah pinter main sendiri asal gusur,” tandas dia. (Mya)


Ingin tulisanmu dimuat di Bekasi Terkini? Kirim ulasan ringan tentang komunitas, kuliner, destinasi, budaya atau tulisan opini ke redaksi@bekasiterkini.com.