klikbekasi.co

Makan Malam Politik Golkar dan Konco Koalisinya

Golkar mulai tancap gas menggalang koalisi besar di Pilkada Kota Bekasi 2018 untuk mengusung kandidat petahana Rahmat Effendi. Tanpa PKS, Gerindra dan PDI Perjuangan, Golkar mulai kencang berlari.

Minggu (6/8/2017) sebuah jamuan makan malam pun digelar oleh Golkar Kota Bekasi bertempat di Hotel Horison Bekasi.

Partai-partai macam PPP, Hanura, PKB, Demokrat, PAN hadir sebagai tamunya. Bahkan Nasdem yang tak punya kursi di DPRD Kota Bekasi dan Perindo yang baru akan menjadi kontestan pemilu 2019 mendatang ikut nongol. Partai-partai tersebut besar kemungkinan jadi konco koalisi Golkar di Pilkada Kota Bekasi.

Pertemuan dibuka dengan sambutan-sambutan perwakilan partai politik. PPP maju menjadi yang pertama.

Dengan percaya diri, Dewan Penasehat DPC PPP Kota Bekasi, Zaini Sidi menyebut posisi partainya dalam koalisi. Mengibaratkan koalisi adalah rumah tangga, PPP kata dia adalah istri pertama.

“Kalau diibaratkan sebagai rumah tangga, kami PPP ini istri pertama. Karena kami sudah lebih dulu menyatakan bergabung,” kata dia.

Sementara Rahmat Effendi sendiri mengatakan, bahwa posisi semua partai sama dalam koalisi yang Golkar bangun. Hanya saja, pria yang akrab disapa Pepen itu menekankan posisi Hanura dan PKB yang sedari awal sudah menjadi mitra koalisi pada Pilkada lima tahun silam.

“Hanura dan PKB itu ada di samping kiri dan kanan saya. Kalau PPP dan yang lain ada di pundak saya,” kata Rahmat.

Ketua Hanura Kota Bekasi, Syaherallayai mengatakan, bahwa pertemuan yang digagas Golkar bisa jadi semacam penjajakan menuju koalisi pada Pilkada Kota Bekasi 2018 mendatang. Ral menyebut, pertemuan tersebut sebagai makan malam politik.

“Kalau Hanura dan teman-teman yang lain menyebut ini makan malam politik,” kata dia, berseloroh.

Lalu bagaimana dengan PKS, Gerindra dan PDI Perjuangan yang tidak diundang dalam jamuan tersebut.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi, Anim Imamudin saat dikonfirmasi soal pertemuan yang digagas Golkar jusrtu terlihat kaget.

“Pertamuannya hari apa dan di mana,” kata Anim, melalui pesan singkat yang diterima redaksi Bekasi Terkini.

Senada dengan Anim, Ketua DPD PKS Kota Bekasi, Heri Koswara juga sama kagetnya.” Kapan pertemuanya,” kata Heri, singkat.

Sementara itu, Ketua DPC Gerindra Kota Bekasi, Ibnu Hajar Tanjung mengatakan, tak gentar dengan sikap politik yang diambil Golkar dan partai lain di Kota Bekasi.

“Kami tidak terpengaruh dengan itu, kami siap merebut Wali Kota Bekasi di 2018 dan tidak gentar,” tandasnya.

Ditanya soal tidak diundangnya PKS, Gerindra dan PDI Perjuangan, pihak Golkar justru beralasan bingung harus menghubungi siapa.

“Tidak tahu siapa yang harus kami kontak,” kata Sekretaris DPD Golkar Kota Bekasi, Heri Budisusetyo.

Ia pun menampik, kalau makan malam di Hotel Horison merupakan agenda politik menjelang Pilkada. “Kita silaturahmi saja, cuma makan-makan. Lagian agenda masih panjang,” kata dia.

Secara matematis, langkah yang diambil Golkar dirasa wajar. Sebab, meski memiliki figur kuat untuk ditarung di Pilkada Kota Bekasi, Golkar tidak bisa maju sendiri pada Pilkada. Dengan perolehan 8 kursi di parlemen, Golkar perlu dua kursi lagi untuk bisa mencalonkan Rahmat Effendi.

Sementara dengan bergabungnya partai lain macam PPP, Hanura, PAN, Demokrat dan PKB. Golkar mendapat sumbangan 17 kursi. Dengan rincian, PPP, Hanura, Demokrat, PAN masing-masing 4 kursi dan PKB 1 kursi. Ditambah Golkar yang punya 8 kursi, maka koalisi tersebut menghasilkan 25 kursi atau separuh dari total 50 kursi di DPRD Kota Bekasi.

Jika koalisi besar yang dirintis Golkar berjalan mulus. Maka besar kemungkinan Pilkada Kota Bekasi akan berjalan dengan skenario semacam ini ; pertama pilkada Kota Bekasi akan memunculkan tiga poros, yakni Poros Golkar beserta koalisi besarnya melawan poros PDI Perjuangan dan poros PKS-Gerindra.

Kedua Pilkada Kota Bekasi memunculkan dua poros saja. Yakni Poros Golkar melawan poros PKS-Gerindra-PDI Perjuangan atau Poros Golkar ditambah dengan masuknya Gerindra dan PKS melawan PDI Perjuangan.(Red)


Ingin tulisanmu dimuat di Bekasi Terkini? Kirim ulasan ringan tentang komunitas, kuliner, destinasi, budaya atau tulisan opini ke [email protected]