Marak tawuran pelajar di Kota Bekasi, KPAID akan deklarasi ke setiap sekolah

Peristiwa tewasnya dua orang pelajar dalam tawuran yang terjadi dua titik, tepatnya di Jatiasih dan fly over Kirana Mutia pada Sabtu, (11/3/2017) belum lama ini, mendapat perhatian khusus dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bekasi.

Untuk diketahui, dua orang pelajar yang tewas tersebut bernama Edi Gilang , siswa SMK Bina Insan Kamil yang tewas di Jatiasih dan Oliver Vito, siswa SMP 41 Mustika Jaya yang meregang nyawa di bilangan Bekasi Timur.

Ketua KPAID Kota Bekasi, M Syaroni menyatakan, peristiwa tawuran yang marak terjadi dan merenggut nyawa tersebut dikarenakan kesalahan sistem pembelajaran dan pendidikan yang terjadi di sekolah dan rumah.

“Peristiwa ini menjadi perhatian kita semua, kami prihatin dan masyarakat harus bisa mengontrol perilaku anak-anak di sekolah maupun di rumah. Hampir dipastikan ada proses pembelajaran dan penanganan yang keliru di sekolah maupun di rumah,” kata dia, Senin (13/3/2017) kepada Bekasi Terkini.

Syaroni juga menambahkan, dalam waktu dekat, KPAID Kota Bekasi akan melakukan sosialisasi dan evaluasi sistem pendidikan yang ada di Kota Bekasi akibat merebaknya tawuran yang hari setiap minggu pecah di wilayah Kota Bekasi.

Syahroni juga mengaku, sudah mengarahkan Komisioner bidang Pendidikan dan Satuan Tugas untuk menangani kasus ini.

“KPAID akan turun ke sekolah dan mendeklarasikan Anti Kekerasan ke sekolah-sekolah, hal ini sudah urgent untuk kami, selain itu kami akan memberi masukkan kepada Pemerintah Kota untuk evaluasi lebih lanjut sistem pendidikan di Kota Bekasi,” tandas dia. (Mya)


Ingin tulisanmu dimuat di Bekasi Terkini? Kirim ulasan ringan tentang komunitas, kuliner, destinasi, budaya atau tulisan opini ke redaksi@bekasiterkini.com.