klikbekasi.co

Muka Syaikhu Hilang di Iklan KBS-NIK, Anggota Dewan: ‘Eta Terangkanlah’

Hilangnya muka Wakil Wali Kota Bekasi, Ahmad Syaikhu dalam iklan layanan masyarakat program Kartu Bekasi Sehat berbasis Nomor Induk Kependudukan (KBS-NIK) menimbulkan banyak pertanyaan. Salah satunya datang dari anggota Fraksi PKS DPRD Kota Bekasi, Ariyanto Hendrata.

Saking herannya, Ariyanto menggunakan kalimat ‘Eta Terangkanlah’ yang tengah viral di dunia maya, untuk mempertanyakan Pemkot Bekasi.

“Eta terangkanlah Pemkot Bekasi,” kata Ariyanto, membuka obrolan dengan wartawan di Gedung DPRD Kota Bekasi, Senin (14/8/2017).

Bagi Ariyanto, tidak adanya muka Ahmad Syaikhu di iklan KBS-NIK yang terpasang di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan sangat tidak elok.

“Saya mempertanyakan kenapa bisa begitu. Itu kan program Pemkot Bekasi, bukan program partai atau perorangan. Seharusnya foto wakil wali kota ikut terpampang. Masa cuma wajahnya wali kota saja,” sesal Ariyanto.

Selain itu, Ariyanto menilai, memasang iklan layanan masyarakat tanpa ada muka Wakil Wali Kota Bekasi, Ahmad Syaikhu dinilai melanggar Peraturan Wali Kota (Perwal) No 47a Tahun 2015 tentang pemasangan logo Pemkot dan foto Wali Kota serta Wakil Wali Kota di bagian reklame.

Dalam pasal 20 poin 1d Perwal disebutkan, pada sisi kiri luar reklame JPO/Bando dipasang foto Wali Kota Bekasi dan pada sisi kanan luar dipasang foto Wakil Wali kota Bekasi serta dikelilingi sisi luar media reklame.

“Sudah jelas dalam Perwal seharusnya foto harus memasang kedua pasangan kepala daerah, bukan hanya salah satunya saja. Jelas ini melanggar,” tuturnya.

Sebagai Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi dan juga pengurus DPD PKS Kota Bekasi, Ariyanto meminta agar dinas atau Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait dapat memperbaharui papan reklame yang berada di jalur strategis Kota Bekasi itu.

” Harus digantilah. Pasang foto pak wakil juga. Saya harap semua iklan layanan masyarakat mencantumkan foto mereka berdua. Karena semua program Pemkot Bekasi merupakan buah karya mereka,” tandasnya.

Ahmad Syaikhu sendiri enggan mempersoalkan desain iklan KBS-NIK yang tak menyertakan muka dirinya. Ia malah mengambil kesimpulan, ada kesalahan desain dalam pembuatan iklan KBS-NIK.

“Seharusnya ada foto saya, tapi mungkin ada kesalahan desain,” ujarnya, sambil tersenyum simpul.

Saat ditanya, apakah hilangnya muka dirinya pada iklan KBS-NIK akibat sentimen jelang Pilkada Kota Bekasi. Lantaran PKS dan Golkar memutuskan pisah jalan, Syaikhu menampiknya.

“Saya gatau sih. Tapi positif thinking saja,” tuturnya.

Syaikhu menyadari betul wajahnya mulai hilang dari iklan layanan masyarakat, bahkan di program layanan andalan Pemerintah Kota Bekasi.

Secara halus, Syaikhu seperti menyindir hilangnya wajah dia pada reklame KBS-NIK di Jalan Ahmad Yani. Sembari naik sepeda, dan menunjukkan KBS-NIK, Syaikhu berpose dengan latar belakang reklame KBS-NIK.

Foto sindiran halus Syaikhu itu kemudian diunggah di media sosial, tanpa keterangan yang menyinggung tentang wajahnya yang hilang di reklame. (Mya)


Ingin tulisanmu dimuat di Bekasi Terkini? Kirim ulasan ringan tentang komunitas, kuliner, destinasi, budaya atau tulisan opini ke [email protected]