klikbekasi.co

Muka Syaikhu Mulai Hilang dari Iklan Layanan Masyarakat Kota Bekasi

Konstelasi politik di Kota Bekasi nampaknya sudah mulai memanas jelang Pilkada 2018. Muka Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu bahkan mulai hilang (boleh jadi dihilangkan) dari iklan-iklan layanan masyarakat.

Salah satu contohnya adalah iklan layanan Kartu Bekasi Sehat berbasis Nomor Induk Kependudukan (KBS-NIK), yang saat ini menjadi andalan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

Pantauan Bekasiterkini.com di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di jembatan penyeberangan orang (JPO) depan Rumah Sakit Mitra Keluarga, reklame KBS-NIK terpampang besar tanpa wajah Ahmad Syaikhu.

Reklame KBS-NIK tanpa wajah Syaikhu.

Reklame KBS-NIK tanpa wajah Syaikhu.

Pada reklame yang berada di jalan utama dan paling strategis di Kota Bekasi itu hanya ada wajah Rahmat Effendi.

Padahal, program jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) untuk menopang masyarakat kurang mampu adalah program pemerintah, bukan perorangan maupun golongan, apalagi partai.

Karena itu, Pemerintah Kota Bekasi terlihat seperti berkampanye, apabila melihat papan reklame yang menyajikan peruntukkan fungsi KBS-NIK dengan rincian 39 rumah sakit.

Konon, kabar perpecahan Rahmat Effendi dan Ahmad Syaikhu membuat para birokrat ikut terbelah. Benarkah aparatur sipil negara (ASN) di Kota Bekasi mulai ikut-ikutan berpolitik, dengan mendukung Rahmat Effendi?

(Baca: Makan Malam Politik Golkar dan Konco Koalisinya)

Kami mengonfirmasi sejumlah kepala instansi yang berwenang menangani materi iklan layanan masyarakat. Hasilnya mengejutkan: terjadi perbedaan antara desain yang sudah dibuat dan yang telah dipasang.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfotandi) Kota Bekasi, Titi Masrifahati, mengatakan desain iklan KBS-NIK selalu menampakkan muka Ahmad Syaikhu.

“Desain untuk sosialisasi¬†KBS-NIK selalu menampilkan dua pimpinan (Rahmat Effendi-Ahmad Syaikhu). Itu ada di 34 rumah sakit,” kata Titi, Minggu (13/8/2017) kepada Bekasi Terkini.

Apakah itu dipasang oleh pengurus Golkar, partai yang menaungi Rahmat Effendi? Titi pun membantah. Menurut dia, semua iklan KBS-NIK dibuat pemerintah. Sedangkan yang memasang di lapangan adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

“Ya, desainnya ada di SKPD (Satuan Kerja Peragkat Daerah). Ada (desain) yang langsung dari Diskominfotandi. Yang memasang di lapangan itu Dinas PUPR,” ujarnya.

Kami juga mengonfirmasi Dinas PUPR, namun belum mendapatkan jawaban.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Bekasi, Edi Dadio, juga tidak bisa menjawab soal tidak munculnya wajah Ahmad Syaikhu dalam reklame KBS-NIK di Jalan Ahmad Yani.

“Nanti ya, saya komunikasikan dulu dengan Diskominfotandi. Kurang tahu itu saya,” singkat Edi saat dihubungi melalui telepon selularnya.

Syaikhu menyadari betul wajahnya mulai hilang dari iklan layanan masyarakat, bahkan di program layanan andalan Pemerintah Kota Bekasi.

Secara halus, Syaikhu seperti menyindir hilangnya wajah dia pada reklame KBS-NIK di Jalan Ahmad Yani. Sembari naik sepeda, dan menunjukkan KBS-NIK, Syaikhu berpose dengan latar belakang reklame KBS-NIK.

Foto yang diunggah Syaikhu di Instagram.

Foto yang diunggah Syaikhu di Instagram.

Foto sindiran halus Syaikhu itu kemudian diunggah di media sosial, tanpa keterangan yang menyinggung tentang wajahnya yang hilang di reklame. (Mya)


Ingin tulisanmu dimuat di Bekasi Terkini? Kirim ulasan ringan tentang komunitas, kuliner, destinasi, budaya atau tulisan opini ke [email protected]