Nama Dewi Persik Bikin Heboh Kota Bekasi

Bergantinya nama tokoh pahlawan, Dewi Sartika, menjadi nama penyanyi dangdut, Dewi Persik, bikin heboh dan banyak disayangkan masyarakat Kota Bekasi.

Yuyun Wahyuni, warga Kayuringin, Kecamatan Bekasi Selatan, mempertanyakan langkah Pemerintah Kota Bekasi, atas bergantinya nama jalan di Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, itu.

Ia menduga, ada yang berniat kembali mem-bully kota patriot seperti telah terjadi, beberapa tahun silam. Meskipun itu bukan melalui nama jalan.

“Kok bisa yah ada nama Dewi Persik di Google Maps?, dulu gak ada. Saya pernah cek, bisa jadi ada indikasi yang coba mem-bully Kota Bekasi lagi,” kata Yuyun sapaan akrabnya, Selasa (8/8/2017), kepada Bekasi Terkini.

Tidak mau berlama-lama tersebar di dunia maya yang menjadi bahan kontroversi, Dinas Perhubungan Kota Bekasi berharap masalah penggantian nama Jalan Dewi Sartika menjadi Dewi Persik untuk segera diganti.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Yayan Yuliana, mengatakan kalau ia sudah mengetahui perihal bergantinya nama jalan tokoh nasional yang kini berubah menjadi nama penyanyi dangdut.

“Kita sudah komunikasikan dengan Diskominfotasandi (Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian). Saya juga sudah meminta agar Diskominfotasandi mempertanyakan itu kepada goggle,” kata Yayan.

Yayan mengaku, kalau saat ini pihaknya belum mengetahui apakah adanya unsur kesengajaan oleh pihak google atau oknum yang ingin kembali mem-bully Kota Bekasi.

“Indikasi kesitu belum tahu, bisa jadi hanya kesalahan teknis. Bisa jadi ada oknum juga yang sengaja merubah nama itu,” kata Yayan.

Smentara itu, Diskominfotasandi Kota Bekasi mengaku sudah melayangkan surat keberatan resmi kepada pihak google.

Lembaga tersebut menyurati goggle dengan akun bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kota Bekasi.

Isinya hanyalah berupa masukan kepada pihak google untuk segera melakukan review nama pahlawan nasional yang berubah menjadi nama penyanyi dangdut, Dewi Persik.

“Sudah kita surati, namun sampai saat ini, kita belum dapat prosesnya,” ungkap Kepala Diskominfotasandi Kota Bekasi, Titi Masrifahati.

Titi mengaku kalau pihaknya sudah melakukan pelacakan,di diagnosa, ada masive suggest dari kelompok tertentu. Hanya saja, ia belum bisa memastikan kelompok dan dari mana oknum tersebut.

Soal berubahnya nama Jalan Dewi Sartika menjadi Dewi Persik, kata Titi, sudah sekitar 100 user name yang membuka melalui aplikasi Google Maps.

Ia memproyeksikan kalau yang membuka user tersebut adalah warga Bekasi. Mereka kata Titi, hanya ingin mencari kebenaran. Pasalnya, berubahnya nama Jalan Dewi Sartika menajdi Dewi Persik sudah menjadi perbincangan banyak warga Bekasi di media sosial.

“Kita juga gak tau apakah ada orang yang sengaja mengubah nama jalan tersebut, atau seperti apa. Lebih jelasnya nanti setelah kita klarifikasi ke google,” ujarnya.

Lanjutnya, dari hasil pelacakan, lembaganya menyatakan kalau perubahan nama Jalan Dewi Sartika menjadi Dewi Persik terjadi sejak tanggal 30 July 2017.

“Namun informasi tersebut baru kita dapat dari warga pada Sabtu (5/8/2017). Karena hari libur, maka baru kita tanggapi dan hari ini langsung kita proses. Namun, kita juga sudah upayakan dengan 300 user name keberatan terkait berubahnya nama tersebut ke google tapi belum di respon,” tandasnya.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menanggapi perubahan lokasi dan nama jalan di Google Maps yang membuat masyarakat Bekasi bertanya-tanya.

“Itu ada yang usil sehingga jadi Jalan Dewi Persik, tetapi sebenarnya tetap itu Jalan Dewi Sartika, karena dari saya SMP jalan itu ya Dewi Sartika,” kata Pepen.

Selain itu, dia juga akan melayangkan surat keluhan kepada google terkait perubahan nama jalan tersebut. Pepen mengkritik pihak google yang seolah mengubah nama jalan tersebut.

“Kami akan mengirim surat keluhan. Mau beri nama saja kita selametan, masa main ganti-ganti nama saja,” tukasnya.

Terpisah, pihak Google Indonesia menjelaskan kumpulan data yang muncul di Google Maps datang dari berbagai sumber.

Data basemap Google Indonesia seperti nama tempat, nama jalan, dan lainnya adalah kombinasi dari penyedia pihak ketiga, sumber data publik, dan kontribusi pengguna.

“Secara keseluruhan ini memberikan kami data yang komprehensif dan up-to-date, namun kami menyadari adanya kemungkinan untuk munculnya inakurasi dari sumber-sumber ini,” kata pihak Google Indonesia.

Pihaknya memperbarui data secara reguler, namun waktu yang dibutuhkan bervariasi. Inilah mengapa Google Indonesia mempunyai tool yang bisa dimanfaatkan pengguna untuk mempercepat proses.

Google Indonesia mendorong pengguna untuk melaporkan sesuatu yang tidak akurat lewat tool “Send feedback” (Kirim masukan) yang ada di pojok kiri bawah di aplikasi Google Maps, atau di pojok kanan bawah jika menggunakan Google Maps di desktop. Kemudian klik “Report a data problem”.


Ingin tulisanmu dimuat di Bekasi Terkini? Kirim ulasan ringan tentang komunitas, kuliner, destinasi, budaya atau tulisan opini ke redaksi@bekasiterkini.com.