Pansus Penggusuran, Mayoritas Partai Condong ke Wali Kota

Mayoritas partai atau fraksi di DPRD condong ke Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dalam kasus penggusuran. Mereka memilih tidak ingin ada panitia khusus (pansus).

Golkar, PKS, Hanura, PAN, dan PKB sudah nyaman di kubu pemerintah. PDI Perjuangan dan Gerindra konsisten berada di garis oposisi, yang artinya mendorong ada pansus.

Demokrat terbelah. Dari empat anggota fraksi di DPRD, dua di antaranya sudah menentukan posisi di wali kota. Mereka Haeri Parani dan Sodikin. Arwis Sembiring dan Ronny Hermawan bersebrangan.

“Soal pansus, kami sebenarnya belum rapat fraksi. Namun secara personal, Arwis dan Ronny memilih mendukung ada pansus,” kata Sodikin, yang juga ketua fraksi Demokrat, belum lama ini.

Sementara fraksi PPP, yang sebelumnya tajam mengkritisi penggusuran, kini mulai berteduh di wali kota. Ketua fraksi PPP Muhammad Said secara tegas menolak ada pansus.

“Kami hanya ingin warga korban penggusuran mendapatkan solusi. Jika pansus ini kita paksakan dan tidak sesuai undang-undang, maka siapa yang mau ganti rugi,” kata Said.

Sekretaris fraksi PPP, Solihin, bak menelan ludah sendiri. Ia di awal mendukung ada pansus, lantang menentang Pemkot Bekasi, bahkan ikut turun ke lokasi penggusuran.

“Jika Pemkot Bekasi memberikan solusi buat apa lagi dipansuskan. Lebih baik musyawarah. Kalau nanti wali kota ingkar, kami akan tagih janjinya,” kata Solihin.

Sekadar diketahui, pembentukan pansus penggusuran di DPRD Kota Bekasi berjalan alot. Rapat paripurna pada Selasa (22/11) ditunda, karena jumlah peserta tidak memenuhi batas minimal.

Diagendakan ulang pada Jumat (25/11), rapat paripurna malah batal. Hampir semua anggota dewan, termasuk pegawai sekretariat dewan, tidak ada di tempat.

Rapat paripurna ketiga kali rencananya akan digelar pada Senin (28/11). (Baca juga: Rapat Paripurna Pembentukan Pansus Penggusuran Ditunda Lagi)

Jika kubu wali kota solid, dan berani datang pada rapat paripurna, maka setidaknya ada separuh lebih anggota DPRD yang menolak ada pansus, dari total 50 orang. Artinya, mereka bisa menang.

Namun, seperti pameo lama, politik itu dinamis. Di akhir laga, bisa saja ada kejutan. (Mya)


Ingin tulisanmu dimuat di Bekasi Terkini? Kirim ulasan ringan tentang komunitas, kuliner, destinasi, budaya atau tulisan opini ke redaksi@bekasiterkini.com.