klikbekasi.co

PDIP dan Partai Golkar Beri Sinyal Koalisi, Ridwan Kamil Bagaimana?

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Golongan Karya (Golkar) memberikan sinyal pasti berkoalisi di Pilkada 2018. Hal itu, dinyatakan kuat setelah kedua partai besar resmi membentuk Tim Lima di Pilkada 2018. Lantas bagaimana nasib Ridwan Kamil di Pilgub Jabar?

Sebagai bakal calon gubernur yang belum mempunyai partai politik, Ridwan Kamil masih membuka peluang kepada partai lain untuk berkomunikasi dengannya.

Bahkan, Pria yang akrab disapa Kang Emil itu memberi sinyal juga akan maju lewat jalur perseorangan atau biasa disebut, Independen.

“Dalam waktu dekat ini saya akan putuskan, maju lewat partai atau independen. jika lewat independen juga saya sudah menyiapkan persyaratan termasuk KTP dukungan,” kata dia, Kamis (10/8/2017).

Namun, Emil tetap yakin akan maju lewat koalisi partai. Diakuinya, ada beberapa Partai yang sudah intensif menjalin komunikasi dengannya. Diantaranya, Demokrat, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

“Komunikasi tetap dilanjutkan sampai terjadi hitam di atas putih,” tuturnya.

Ketika ditanyakan PDIP yang kemungkinan menutup pintu mengusung dirinya pada Pilgub Jabar 2018 mendatang. Emil irit bicara.

“Ya, kita lihat saja. Politik masih dinamis,” tutur Emil.

Yang jelas, kata Emil, ia tetap menargetkan calon Gubernur Jawa Barat dan ogah menjadi Calon Wakil Gubernur Jabar.

“Saya tidak akan merubah target. Kalau hanya menargetkan cawagub lebih baik saya tidak mencalonkan,” tegas dia.

Hasil survei, Emil memiliki potensi tertinggi dipilih warga sebagai Gubernur Jawa Barat dengan angka 53,75 persen.

Karena itu, ia bersyukur jika dalam beberapa hasil survei menempatkan dirinya dalam posisi teratas. Namun demikian, Emil tidak mau takabur dengan hasil survei tersebut.

“Saya bersyukur dan tidak mau takabur. Definisi tidak mau takabur itu, tidak mau mengandalkan survei-survei hanya satu patokan,” tuturnya.

Emil menduga, jika salah satu faktor yang membuat elektabilitas tinggi yakni, karena kinerjanya membangun Bandung diapresiasi oleh warga Jawa Barat.

“Saya menduga kinerja di Bandung diapresiasi oleh masyarakat Jabar. Berati kuncinya Saya kerja aja sebanyak-banyaknya untuk Bandung nanti diapresiasi oleh masyarakat Jabar,” pungkasnya.

Nama Emil masuk dalam hitungan Cagub Jabar di PKB

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga telah mempersiapkan tiga kader terbaiknya menjadi bakal calon Gubernur Jawa Barat (Jabar) 2018 mendatang. Diantarnya Ketua Tanfidiyah DPW PKB, Jawa Barat, Syaiful Huda dan dua Anggota DPR RI, Wahidi dan Cucun.

Ketua PKB Kota Bekasi, Ahmad Ustuchri mengatakan partainya menargetkan calon Wakil Gubernur Jawa Barat, yang sesuai rencana akan disandingkan dengan Wali Kota Bandung, itu.

“Setidaknya ada tiga kader yang disiapkan, Pak Syaiful Huda, Haji Cucun dan Wahidi,” katanya.

Ustuchri mengatakan, PKB bisa saja mengusung putra pasundan itu maju di Pilkada Jawa Barat dengan mempaketkan dengan kader PKB.

“Yang pasti saat ini sedang penjajakan. PKB juga ingin memunculkan calon dari internal partai pastinya,” tutur Ustuchri.

Dengan memiliki modal tujuh kursi di DPRD Jawa barat, lanjut Ustuchri, PKB optimis target tersebut akan tercapai. Selain, itu PKB memiliki basis massa kaum Nahdiyin.

“Harus ada kader NU yang mimpin Jawa Barat,” ujar Ustuchri.

Menurutnya, PKB memiliki banyak tokoh yang memiliki peluang untuk turut serta meramaikan Pilgub Jabar.

“Modalnya jelas ada 7 kursi di DPRD. Saya yakin ulama dan santri juga mendukung PKB,” tandasnya. (Mya)


Ingin tulisanmu dimuat di Bekasi Terkini? Kirim ulasan ringan tentang komunitas, kuliner, destinasi, budaya atau tulisan opini ke [email protected]