Perceraian Koalisi PKS-Golkar di Kota Bekasi Menguat

Pengamat sekaligus konsultan politik, Jiwang Jiputro, menduga kekuatan koalisi PKS-Golkar sejak 5 tahun belakangan bakalan bercerai. Perceraian itu dilatarbelakangi lantaran selama ini PKS belum pernah menduduki kursi nomor satu di Kota Bekasi.

Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Bekasi 2018, merupakan kesempatan partai berlambang bulan sabit dengan untaian padi itu, memilih berkoalisi dengan partai besutan Prabowo Subianto, Gerindra.

“PKS belum pernah menjadi orang nomor satu di Kota Bekasi. Saya yakin Pilkada 2018 nanti, PKS menargetkan itu, caranya memajukan kader menjadi calon nomor satu (Wali kota),” kata dia, Kamis (11/5/2017) kepada Bekasi Terkini.

Menurutnya, sinyal pisahnya PKS dan Golkar sudah mulai terlihat, seiring intensnya komunikasi antara PKS dan Gerindra belakangan ini.

Kemudian, lanjut Jiwang, keharmonisan koalisi ditingkat pusat antara PKS dan Gerindra menular kesejumlah daerah. Contoh terdekat pada Pilkada Depok dan Kabupaten Bekasi.

“Informasi yang saya dapat di Kota Bekasi mereka mewacanakan koalisi. Barometernya adalah Pilgub DKI, jika berhasil, Pilgub Jabar dan Pilkada Kota Bekasi juga mereka akan berkoalisi,” tutur Jiwang.

Jika koalisi itu terbentuk, Kemungkinan Golkar bersama partai poros tengah seperti PPP, Hanura, PKB, PAN dan Demokrat membentuk koalisi dengan mengusung calon Petahana Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi.

“Urusan siapa yang akan menjadi calon wakil Rahmat Effendi, dia diberikan wewenang penuh,” kata dia. Sementara, PDI Perjuangan Kota Bekasi dimungkinkan berjalan sendiri.

Dikarenakan, tanpa harus berkoalisi, partai berlambang banteng moncong putih itu sudah memiliki tiket, jumlah 12 kursi di legislatif membuat PDI Perjuangan Kota Bekasi dapat maju tanpa harus koalisi.

“PDIP sudah punya tiket. Mereka satu-satunya partai yang siap di pilkada 2018 tanpa harus berkoalisi. Maju sendiri di pilkada sudah bukan hal baru buat mereka,” tutur dia.

Terkait dengan itu, sekrateris DPD Golkar Kota Bekasi, Heri Budi Sustyo menjelaskan, saat ini pihaknya masih melakukan penjajakan dengan sejumlah parpol.

“Kami sudah menyiapkan kader untuk bertarung di Pilkada yaitu pak Rahmat Effendi, soal koalisi masih penjajakan, belum ada keputusan. yang jelas harus melakukan komunikasi politik dengan Parpol lainnya,” ungkap pria yang akrab disapa Heri Suko itu.

Sementara itu, Bendahara DPD PDIP Jawa Barat, Waras Wasisto menerangkan, sampai saat ini kemungkinan besar PDI Perjuangan akan mengusung sendiri kandidat di Pilkada 2018 mendatang.

“Kemungkinan kami akan mengusung sendiri kandidat di Pilkada Bekasi. Karena persyaratannya sudah terpenuhi,” tandas Waras. (Mya)


Ingin tulisanmu dimuat di Bekasi Terkini? Kirim ulasan ringan tentang komunitas, kuliner, destinasi, budaya atau tulisan opini ke redaksi@bekasiterkini.com.