Persija Vs Timnas U-22 Berakhir dengan Skor Kacamata

Pertandingan antara Persija Jakarta dengan tim nasional Indonesia U-22 berakhir dengan skor 0-0 alias kacamata, Rabu (5/4).

Bertanding di kandang baru, Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi Persija langsung tampil mengebrak. Serangan-serangan Persija di menit awal membuat pertahanan tim nasional yang dikawal Hansamu Yama keteteran.

Peluang datang pada menit ke-13 saat Bambang Pamungkas melakukan tendangan keras. Namun bola terlalu melebar sehingga tak merubah papan skor.

Skuad garuda tak tinggal diam. Pemain sayap Febri Hariyadi sukses membuat lini sayap Persija porak-poranda. Serangan skuad asuhan Luis Milla tidak terlihat lagi. Sebaliknya, sisa waktu babak pertama menjadi milik Persija. Skor kacama menutup paruh pertama.

Pada babak kedua tim berjuluk ‘Macan Kemayoran’ semakin kesetanan. Ismed Sofyan lebih bebas maju kedepan untuk membantu lini depan. Namun serangan demi serangan juga tak mampu menembus jala gawang skuad muda. Hingga 90 menit jalannya pertandinga, skor imbang menutup partai persahabatan tersebut.

Partai uji coba ini merupakan laga ujian kedua bagi Luis Milla yang baru dua menangani Evan Dimas dkk. Pada laga perdana timnas harus mengakui keunggulan Myanmar 1-3. Laga ini kali ini pun tak cukup membuat publik puas. Sekalipun hanya mampu berakhir imbang.

Walaupun begitu, Luis Milla justru melihat ada perkembangan signifikan pasca kekalahan melawan Myanmar yang berlangsung di Stadion Pakansar, Kabupaten Bogor.

“Saya sangat senang atas permainan ini. Kami telah melewati ujian melawan tim yang sangat dewasa. Kita sama-sama mendapatkan tekanan, semua pemain berkorban dan bermain bagus,” ujar Milla usai pertandingan.

Dia mengatakan hal yang paling terlihat adalah ketahanan fisik para pemain yang mampu bermain selama 90 menit. Meski hanya beberapa peluang yang membuat Persija kewalahan. Milla mengapresiasi lini pertahanan dan penjaga gawang karena tidak kebobolan dalam laga kali ini.

“Penjaga gawang tidak kebobolan, itu sudah bagus. Ini tim muda harus banyak belajar lagi” kata dia.

Milla juga menyesali kondisi lapangan berkapasitas 27 ribu kursi penonton ini. Pada beberap sudut terlihat berlubang sehoingga membuat alur permain anak asuhnya terganggu.

“Lapangannya tidak sesuai dengan harapan,” kata dia.

Dalam pertandingan tersebut ribuan The Jakmania, suporter fanatik Persija, tidak henti-hentinya memberikan semangat kepada tim pujaannya. Ironisnya, mereka justru tak memberikan dukungan sama sekali kepada skuad garuda muda.

Pemain belakang timnas muda, I Putu Gede justru menilai dengan tidak adanya dukungan justru semakin membuat mental para pemain semakin tertantang.

“Di mana-mana selalu ada The Jakmania. Bagi saya tidak ada dukungan justru membuat kita semakin tertantang,” jelas dia.

Sementara itu, pemain gaek Persija, Ismed Sofyan mengaku puas atas hasil seri ini. Pertandingan ini merupakan salah permainan terbaik selama uji coba yang sudah dijalani.

“Alhamdulillah kita sudah bisa bermain di kandang sendiri, pertandingan tadi secara keseluruhan saya cukup puas, walaupun hasil seri,” terang dia.

“Tim kita sudah lebih bagus, mulai dari ketika Piala Presiden sampai sekarang. Permainan sudah lebih bagus, yang kurang hanya finishing,” tambah pelatih Persija Alexandro Teco Stefano. (Mya)


Ingin tulisanmu dimuat di Bekasi Terkini? Kirim ulasan ringan tentang komunitas, kuliner, destinasi, budaya atau tulisan opini ke redaksi@bekasiterkini.com.