klikbekasi.co

Pilkada Jawa Barat 2018, PDIP dan Golkar Resmi Berkoalisi

Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDIP Jawa Barat, TB Hasanudin, memastikn kalau partainya resmi berkoalisi dengan Partai Golkar di Pilkada 2018.

Langkah pertama koalisi ini adalah membentuk sebuah tim khusus bernama Tim Lima yang akan merumuskan kerjasama pemenangan Pilkada di 16 Kabupaten Kota di Jawa Barat.

Tim Lima dimaksud Hasanudin adalah Lima orang dari Partai Golkar dan Lima orang dari PDIP untuk memangkan, Piwalkot, dan Pilbup di Pilkada 2018.

“Kami akan bekerja sama dalam konteks pilkada hampir di semua daerah di Jawa Barat antara lain Subang, Ciamis, Banjar, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cirebon, Sumedang, Kota Sukabumi, Purwakarta, Kota Bandung, Cirebon Garut dan sebagainya,” katanya, Kamis (10/8/2017).

Nantinya, Tim Lima hanya merekomendasikan calon-calon yang akan diusung oleh kedua partai di pilkada kabupaten/kota dan tidak sampai kepada pemilihan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat.

“Kalau berbicara soal bupati wali kota ditentukan melalui sharing Tim Lima. Untuk gubernur kami dapat arahan dari DPP dan kami siap berkoalisi dengan siapa saja khususnya dengan partai Golkar,” jelas Hasanudin.

Sementara, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi, mengatakan, Tim Lima tidak hanya menentukan pasangan calon, tetapi juga akan menentukan program-program yang akan dijual kepada masyarakat oleh para calon-calon bupati dan wali kota yang akan diusung oleh PDIP dan Partai Golkar.

“Bukan hanya pada konstruksi kebersamaan dan kesamaan dalam mengajukan nama orang dalam pilkada di derah. Tapi juga sama-sama memilkirkan konstruksi pembangunannya, termasuk visi kebangsaan yang harus dibawa ke setiap daerah sehingga Jabar tumbuh menjadi daerah yang memiliki identitas,” kata Dedi.

Tim Lima, sebut Dedi, akan merumuskan rencana-rencana kerja sama hingga pendaftaran paara bakal caalon bupati dan Wali Kota di bulan Januari 2018 mendatang.

“Sehingga Jawa Barat terpetakan secara luas karena bupati dan wali kotanya berasal dari kader PDIP dan Partai Golkar yang memiliki visi kebangsaan yang sangat luas,” ujarnya.
Dedi mengatakan, kedua partai hanya akan mengusung calon-calon bupati dan wali kota yang memiliki potensi kemenangan tinggi. Baik PDIP dan Golkar sudah berkomitmen tidak akan memaksakan kehendak jika tidak ada kader yang mumpuni untuk dimajukan di pilkada kabupaten/kota.

“Fokus kami adalah fokus kemenangan dan kesejahteraan masyarakat. Maka di antara kami pasti ada satu temat diisi dan satu tempat mengalah. Prinsip dasar kami adalah visi kebangsan. Visi kebangsaan harus melahirkan visi saling menghargai dan tidak memaksakan kehendak. Maka landasan survei, riset, dan berbagai aspek sosiologi lainnya akan menjadi pertimbangan pemilihaan bupati wali kota,” paparnya.

Dedi menyebutkan, Golkar dan PDIP dipastikan bisa mengusung calon di 16 pilkada kabupaten/kota di Jawa Barat. Pasalnya, dengan hanya dua gabunga dua partai ini kuota untuk memajukan pasangan calon sudah bisa terpenuhi tanpa harus berkoalisi dengan partai lain. (Mya)


Ingin tulisanmu dimuat di Bekasi Terkini? Kirim ulasan ringan tentang komunitas, kuliner, destinasi, budaya atau tulisan opini ke [email protected]