Polisi ringkus 5 orang pelaku tawuran yang menyebabkan 2 pelajar tewas di Kota Bekasi

Sebanyak lima orang pelaku yang terlibat tawuran dan menyebabkan dua orang tewas berhasil diringkus pihak Kepolisian setempat selama kurun waktu 10 jam pasca terjadinya simbah darah di dua lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Tawuran yang terjadi di dua TKP dan memakan dua korban jiwa itu terjadi di fly over Kirana Mutia, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, dengan korban tewas atas nama Oliver Vito (14), merupakan salah satu siswa SMP.
Sementara TKP kedua, terjadi di TKP Jalan Raya Dr. Ratna RT 001 RW 001 Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede. dilokasi tersebut tauwuran pecah anatara pelajar SMK dan menewaskan 1 korban atas nama Egi Febriyanto.
Kepala Polres Metropolitan Bekasi Kota Komisaris Besar Hero Henrianto Bachtiar, menjelaskan dilokasi fly over Kirana Mutia perpecahan tawuran pelajar lantaran terjadi karena saling ejek antar sekolah.
“Para pelajar SMP itu tawuran dengan salah satu SMK yang ada di Kota Bekasi. pelajar SMK tidak senang karena plang sekolahnya dipilok oleh pelajar SMP sehingga terjadi tawuran hingga menyebabkan satu orang diantaranya tewas,” kata dia, Selasa (13/3/2017) kepada awak media.
Tak berlangsung lama, korban dibawa oleh seorang pelajar yang sedang mengendarai sepeda motor ke Rumah Sakit Hosanah Medika untuk mendapatkan pertolngan pertama. Namun, korban tewas karena pendarahan akibat lika sabetan benda senjata tajam pada bagian dada kiri.
“Pelaku yang kita amanakan dilokasi ini berjumlah 3 orang. mereka yakni RA, RM, dan YP. Mereka melakukan penyerangan dan menimpan senjata tajam yang tidak memiliki haknya serta menyebabkan orang lain meninggal dunia,” kata dia.
Sementara, di lokasi TKP yang berada di Pondok Gede, lanjut Hero, petugas berhasil meringkus dua anak dibawah umur yang menyebabkan orang lain meninggal dunia. Pelaku, kata dia, tidak dapat ditahan oleh anggota.
“Tawuran itu terjadi saat kedua SMK saling ejek. Dan memang kedua SMK itu sudah serig melakukan tawuran di wilayah hukum Polres Metropolitan Bekasi Kota,” tutur dia.
“Untuk kasus ini katanya mereka melakukan tawuran karena disuruh oleh para seniornya. Karena kalau tidak tawuran mereka diancam akan dihabisi, dan kita sudah mengantungi 3 nama yang mengaku sebagai seniornya,” sambung dia.
Dari hasil kejadian di dua lokasi TKP, anggota berhasil mengamankan 3 bilah celurit dengan gagang kayu. Satu helai baju pramuka, satu unit sepeda motor jenis Honda Beat.dan satu celana.
Atas kejadian ini, lanjut Hero, pihaknya dalam waktu dekat akan menggelar razia disetiap titik jalan dan gang sekolahan yang ada di Kota Bekasi. Razia tersebut melibatkan satuan narkoba dan reskrim serta Bhabinkamibmas.
“Kita razia semua, saat ini sudah ada 20 lebih nama Sekolah yang kita kantongi untuk dilanjutkan dilakukan pemerikasaan. Kita akan erikasa keseluruhan mulai dari kendaraan hingga dalam tas masing-masing siswa,” tandas dia. (Mya)

Ingin tulisanmu dimuat di Bekasi Terkini? Kirim ulasan ringan tentang komunitas, kuliner, destinasi, budaya atau tulisan opini ke redaksi@bekasiterkini.com.