Ratusan Angkot di Kota Bekasi Belum Uji Kelayakan

Sebanyak 755 mobil angkutan umum di Kota Bekasi belum melakukan pengujian kelayakan.

Padahal pengujian itu penting untuk keselamatan penumpang dan barang yang diangkut.

Kepala Seksi Pengujian Sarana Dinas Perhubungan Kota Bekasi Sudarsono mengatakan total kendaraan angkutan di wilayah setempat mencapai 5.000 unit.

“Yang aktif melakukan uji kelaikan hanya 4.245,” kata Sudarsono, Jumat (18/2017) kepada wartawan.

Ia mengatakan, dari 755 yang tidak aktif, paling banyak adalah angkutan perkotaan (angkot), serta mobil kecil seperti pikap.

Ada juga kendaraan besar dengan jumlah sumbu empat sampai lima.

“Ada beberapa alasan yang menyebabkan pemilik enggak menguji kelayakan,” kata Sudarsono.

Misalnya, kata dia, usia sudah tua. Atau pemiliknya lalai karena malas.

Padahal, sesuai dengan peraturan, kendaraan wajib menjalani uji kelayakan setiap enam bulan sekali.

“Uji kelayakan sangat penting karena menyangkut keselamatan penumpang dan barang,” kata Sudarsono.

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2012, biaya uji kelayakan kendaraan hanya Rp 47.500.

Dinas Perhubungan siap jemput bola asalkan jumlah kendaraan yang diuji minimal 10 unit.

“Untuk menghindari praktik percaloan, diminta pemohon datang sendiri ke loket menyertakan identitas sesuai dengan kendaraan,” tuturnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana, mengatakan, kendaraan angkutan orang dan barang yang melanggar uji kelayakan dikenakan sanksi tilang.

“Bukti KIR akan kami tahan. Jika tertangkap lagi, surat kendaraan sampai kendaraannya akan ditahan,” katanya.

Yayan mengatakan, pemilik angkutan umum bisa mengambil jika sudah menunaikan kewajibannya melakukan uji kelayakan.

Sebab, pengujian tersebut cukup penting karena rawan terjadi kecelakaan.

“Uji kelayakan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas mobil angkutan,” tandas Yayan. (Mya)


Ingin tulisanmu dimuat di Bekasi Terkini? Kirim ulasan ringan tentang komunitas, kuliner, destinasi, budaya atau tulisan opini ke redaksi@bekasiterkini.com.