Ratusan Supir Elf Unjuk Rasa Tuntut Kebijakan Pemkot Bekasi

Sebanyak 375 Elf K-01 A jurusan Terminal Bekasi – Terminal Cikarang melakukan aksi mogok massal menuntut agar Pemerintah Kota Bekasi dapat kembali membuka trayek jalur transportasi tersebut sampai dengan titik bulan – bulan Kota Bekasi, Sabtu (4/3/2017) siang.

Sebagian supir Elf K-01 Amelakukan aksi menutup Jalan di perbatasan antara Kota dan Kabupaten Bekasi. Mereka juga memarkirkan kendaraanya hingga lalu lintas sekitar lumpuh. Kendati, aksi mereka berhasil dibubarkan oleh anggota gabungan dari instansi TNI/Polri.

Sementara sebagian dari mereka juga melakukan aksi protes kepada intansi pemerintah di Terminal Kota Bekasi. Bahkan, adu urat pun terjadi antara para supir dengan Dinas Perhubungan Kota Bekasi.

“Kami sangat tidak terima dengan kebijakan yang diberlakukan oleh Pemerintah Kota Bekasi dengan tidak mengizinkan kami kembali untuk melintas sampai bulan – bulan Kota Bekasi,” kata Koordinator aksi yang juga sekaligus ketua koperasi Elf K-01 A, Suwiknyo, kepada Bekasi Terkini.

Menurut Suwiknyo, transportasi massal tersebut 20 tahun sudah beroprasi dari Terminal Cikarang sampai dengan Bulan – bulan Kota Bekasi. Pasalnya, sekitar 15 tahun lalu, banyak anggota Primkopat dan Primkopol yang meminta agar trayek Elf K-01 A sampai dengan titik bulan – bulan Kota Bekasi.

“Kita sudah beroprasi sampai bulan – bulan Bekasi ini sebelum adanya pemekaran. Tidak ada Wali Kota, yang ada hanyalah Bupati Bekasi saja. Dan tidak ada permasalahan sampai seperti ini,” tutur dia.

Lagi pula, jelas Suwiknyo, Terminal Kota Bekasi saat ini sudah mengalami over load sehingga tifak dapat menampung banyak kendaraan. Hal ini, mengingay banyaknya kendaraan yang sudah masuk. Mulai dari angutan Kota, Daerah bahkan Provinsi.

“Terminal itu sudah tidak muat, jadi nanti bagaimana kalau kita semua numpuk disanah. Ruang batasnya sudah tidak memadai, mau seperti apa nanti itu terminal kalau kita semua dikumpulkan disanah,” kata dia.

Sementara itu, Farida (34) salah satu penumpang juga menyayangkan apa yang menjadi kebijakan Pemerintah Kota Bekasi. Ia mengatakan, bila trayek hanya sampai Terminal Bekasi saja akan mengeluarkan ongkos yang lebih besar.

“Sangat rugi kalau sekarang Elf itu hanya sampai Terminal Kota Bekasi saja, biasanyakan saya dari sana sampai stasiun hanya Rp 8 ribu saja. Tapi kalau kita turunnya di Terminal ya otomatis ngeluarin ongkos lagi dong,” keluh dia.

Farida berharap, kebijakan yang dilakukan Pemerintah Kota Bekasi dapat juga memberikan solusi untuk masyarakat. Agar beban ongkos juga tidak terlalu diberatkan.

“Kalau ongkosnya tidak berubah sangat rugi kita. Biasanya kan dari sana Rp 8 ribu, harusnya ongkosnya juga dapat di turunin agar masyarakat umumnya yang melakukan rutinitas kesanah tidak keluar ongkos lebih besar lagi,” harap wanita yang mengaku tinggak di kampung 200 ini.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Yayan Yuliana mengatakan, hal ini sebagai upaya penertiban lantaran transportasi K-01 A telah menyalahi izin trayeknya.

“Seharusnya trayek K-01A Terminal Cikarang – Terminal Bekasi, namun berubah menjadi Terminal Cikarang -Stasiun Bekasi. Dan ini berimbas pada numpuknya kendaraan di daerah stasiun yang sehari – harinya terlihat macet,” kata dia.

Yayan juga menanggapi perihal overload nya Terminal Kota Bekasi, sehingga tidak dapat menampung lebih bayak lagi angkutan yang ada. Semuanya kata Yayan, masih dalam pembahasan di internal pemerintah.

“Mulai hari ini kita akan tertibkan trayeknya dulu, dan nantinya kita juga akan melihat bagaimana nanti. Apakah akan dilakukan perombakan struktur bangunan atau bahaimana nanti kita masih bahas semuanya,” tandas dia.

Di informasikan, sebanyak 431 personel gabungan dari TNI/Polri Dinas Perhungunan dan Satuan Polisi Pamong Praja juga diterjinkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa. Dari pantauan Bekasi Terkini saat ini para supir Elf K-01 A juga sudah membubarkan diri sementara laliu lintas berangsur normal. (Mya)


Ingin tulisanmu dimuat di Bekasi Terkini? Kirim ulasan ringan tentang komunitas, kuliner, destinasi, budaya atau tulisan opini ke redaksi@bekasiterkini.com.