Kamis, 20/06/2013 16:42 WIB
| |
ar weather Hari Ini Partly Cloudy
32 C
   
ar weather Besok Hujan besar
75-86 C
   
1
|
Home » Kuliner » Artikel

»

Kamis, 07/07/2011 12:50 WIB

Ketupat Sayur Bekasi, Serasa Lebaran Tiap Hari

gb

Bekasi - Satu demi satu orang mulai keluar dari musola. Pagi itu, mereka yang masih mengenakan baju koko dan sarung, melangkahkan kakinya ke sebuah warung penjual sarapan. Seorang wanita paruh baya tengah menunggu langganannya datang untuk menyantap ketupat sayur Bekasi.

“Setelah sholat subuh mereka santap ketupat sayur di sini. Memang, kebanyakan yang suka ketupat sayur ‘engkong-engkong’,” kata Imah (40), penjual ketupat sayur dan nasi uduk di Kampung 200, Kelurahan Margajaya Kota Bekasi.

Ini adalah kebiasaan masyarakat Bekasi. Selepas subuh para orang tua khususnya, meluangkan waktunya untuk saling berbincang di warung sambil nyarap. Ketupat sayur dianggap makanan wajib bagi mereka. Alasannya, ketupat memiliki kadar kekenyangan yang tidak terlalu berat seperti nasi.

“Kalau makan nasi, nanti saya ngantuk. Sudah tradisi, habis subuhan langsung ke warung. Setelah itu bawakan makanan buat anak di rumah,” ujar Ali (55) saat menunggu ketupat sayur.

Sejarah ketupat sendiri bermula saat Islam mulai masuk pulau Jawa. Ketupat adalah sajian khas di Asia Tenggara khususnya masyarakat maritim. Menurut cerita masyarakat, ketupat dipopulerkan oleh para pemuka agama pascakejayaan Kerajaan Demak.

Ketupat merupakan sajian yang unik, anyaman ketupat merupakan cerminan kerumitan hidup manusia tentang baik dan buruk perbuatan. Sedangkan ketika dibelah, warna putih di dalam ketupat mencerminkan kesucian hati manusia. Hal ini erat kaitannya dengan budaya maaf-maafan sambil mengantarkan ketupat sayur.

Di Bekasi, menikamati ketupat sayur tidak harus menunggu lebaran seperti masyarakat di daerah lainnya. Sama halnya dengan nasi uduk, ketupat sayur identik sebagai kudapan di kala pagi orang Betawi. Lambat laun warga pendatang dari daerah pun tidak asing dengan sajian nikmat ini yang bisa diganyang kapan saja.

Menu ketupat sayur Bekasi sangat kaya. Menu pokoknya adalah sayur lodeh dan sayur kacang panjang. Rasanya gurih, agak manis, dan ada sedikit rasa asam di kuahnya, membuat lidah terasa dimanjakan. Bila ingin pedas, sambal cabe merah khas Bekasi siap mewarnainya.

Sedangkan untuk lauknya, penjual selalu menyediakan telur cabe merah atau rendang telur yang warnanya kecoklat-coklatan . Selain itu ada pula sate kikil khas Bekasi, kerupuk, empal , semur jengkol, semur daging, ayam goreng, dan macam-macam gorengan seperti bala-bala, risol, tempe, perkedel, dan tahu. Sambalnya ada dua, sambal goreng dan sambal kacang. Pembeli pastinya akan disuguhi teh tawar hangat, minuman khas setelah mengudap ketupat sayur.

“Kebanyakan pembeli sukanya pakai sate kikil. Mereka juga lebih suka dengan kuah sayur yang kental. Makanya saya mencampurkan santan untuk lodeh tidak tanggung-tanggung,” jelas Imah saat mengemasi jualannya yang hendak tutup pukul 07:00, sedangkan ia membuka warung di rumahnya pukul 04:30.

Pedagang ketupat sayur dapat ditemui di banyak tempat. Hampir di setiap warung nasi uduk yang buka pagi hari, ketupat sayur Bekasi ada. Selain itu, ketupat sayur juga kerap dijajakan pedagang dengan menggunakan pikulan. Hanya saja, bila di pedagang keliling, lauk-pauk ketupat sayur tidak begitu komplit. Harga relatif sama, satu porsi paling mahal Rp6.000,00.

“Lumayan, pelanggannya cukup banyak. Jam 10;00 dagangan saya sudah habis. Mulai jalan dari Poncol terus ke Jalan Kemakmuran, belok arah stasiun, ke Pasar Proyek, lalu ke Jalan Kartini sekaligus pulang,” ucap pedagang keliling ketupat sayur, Mahmud (35), saat berhenti di daerah Poncol Kota Bekasi.

Ketupat sayur sebenarnya bisa ditemui di malam hari. Pedagang ketoprak biasanya menjual ketupat sayur. Bahannya pun dibedakan, ketupat sayur tidak boleh menggunakan lontong untuk ketoprak. Ketupat asli warnanya kehijau-hijauan, sedangkan lontong untuk ketoprak berwarna putih dan kenyal karena terbungkus plastik. Rasanya lebih “maknyus” ketupat tentunya.

Di Jalan Serma Marjuki, Kelurahan Margajaya Kota Bekasi, terdapat kedai ketupat sayur Bekasi yang mangkal dengan menggunakan gerobak. Rohim, penjualnya, membuka dagangannya mulai sore hari hingga dini hari. Ia menyediakan sate kikil, semur jengkol, dan dan telur rendang yang ekstra pedas. Sayur nangka yang ia buat juga dicampur dengan potongan daging ayam.

“Sayurnya lodeh, tapi campur dengan ayam, jadi mirip seperti opor. Lebih laku ketupat sayurnya, daripada ketoprak. Pembeli senang dengan bumbu yang pedas-pedas,” pungkasnya. (Respati Wasesa)
 
(brat)

Artikel Terkait

 

ads

Suara Pembaca

Selasa, 18/10/2011 10:59 WIB

Obesitas Pusat dan Daerah

a Oleh: SL Harjanto* Beberapa kandidat yang akan diproyeksikan menjadi menteri mulai tampak. Ini setelah presiden memanggil mereka [...]

ar Kirim Suara Pembaca

Kabar Redaksi

Jumat, 21/10/2011 00:00 WIB

Perang Citra Pilkada

a Menjelang pelaksanaan Pilkada Kabupaten Bekasi, hampir di setiap sudut kota dapat dengan mudah dijumpai aneka spanduk [...]
ads