klikbekasi.co

Tegas! Kepala SMKN 11 Kota Bekasi Bakal Pecat 23 Guru Honorer

Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 11 Kota Bekasi, Elvi Desilia Fajarina, mengaku akan melakukan tindakan tegas dengan memecat 23 guru honorer.

Hal itu lantaran kekesalan Elvi yang tidak dapat lagi terbendung. Pasalnya, Elvi kerap mendapatkan diskriminasi oleh 23 guru honerer di sekolahnya.

Elvi mengaku jika para guru honorer tersebut telah menjatuhkan martabatnya di beberapa lembaga pemerintah, seperti Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kementrian Dalam Negeri Polda Metro Jaya bahkan menyasar ke lembaga Saber Pungli.

“Saya dilaporkan ke beberapa lembaga pemerintah, saya rasa ini sangat mencoreng nama sekolah kami (SMKN 11 Kota Bekasi) dan personal saya,” kata Elvi belum lama ini.

Padahal, kasus yang bergulir merupakan hal sepele yang bisa diselesaikan secara musyawarah ditingkat sekolah.

Ia mengaku dilaporkan oleh para guru honorer itu menyusul adanya surat indisipliner kepada para guru honorer.

Surat tersebut ia keluarkan dengan perintah Kepala Balai Pelayanan dan Pengawasan Pendidikan wilayah 1 Karawang, Otin Martini. Sebab, para guru honorer sudah bersikap diskriminasi terhadapnya.

“Mereka alasan tidak digaji oleh SMKN 11 Kota Bekasi, padahal, gaji mereka masih dalam proses karena kita beberapa bulan lalu mengalami masa transisi akibat swakelola dari tingkat daerah ke tingkat provinsi,” jelasnya.

Namun, Elvi sendiri mengaku sudah memperjuangkan hak para guru honorer selama tiga bulan gaji. Hanya saja, metode pembayaran tidak bisa menyeluruh.

Soalnya, dana talangan SMKN 11 Kota Bekasi tidak dapat mencukupi gaji keseluruhan mengajar 24 jam tatap muka atau 5 hari kerja dalam satu minggu.

“Mereka perjam kita bayar Rp 85 ribu, namun kita hanya bisa talangi Rp 35 ribu. Beruntung ada tambahan dari komite sehingga bisa dibayarkan Rp 50 ribu, bukan bersyukur mereka (honorer) malah menolak dan ingin digaji penuh,” tutur dia.

Tentu saja, kata Elvi, pihaknya tidak bisa mengamini permintaan para guru honorer. Lantas para honorer mengklaim jika dirinya tidak dibayarkan.

Dasar tersebut dijadikan sebagai bukti mereka untuk mengakali para ‘petinggi’ agar dapat mencopot Elvi sebagai Kepala SMKN Kota Bekasi.

Berbagai macam cara, kata Elvi, mereka halalkan termasuk menyewa lowyer dan melaporkannya ke tim satgas Saber Pungli.

“Karena itu semua, mereka akan saya pecat, karena sejak bulan Mei 2017 kemarin, mereka jua mengklaim sudah saya pecat, padahal saya hanya menolkan jam kerja mereka, bukan memecat,” tandasnya. (Mya)


Ingin tulisanmu dimuat di Bekasi Terkini? Kirim ulasan ringan tentang komunitas, kuliner, destinasi, budaya atau tulisan opini ke redaksi@bekasiterkini.com.