klikbekasi.co

Ya Ampun, Belasan Tahun Kali Ini Tercemar Limbah TPST Bantargebang

Warga Kampung Ciketing Asem, Kelurahan Mustikajaya, Kecamatan Mustikajaya, mengeluhkan aroma tidak sedap di Kali Sasak Bayan. Ia meminta agar Pemerintah Kota Bekasi dapat mengatasi permasalahn yang dialami waega selama belasan tahun.

Hendrik (45), warga RT 02 RW 05 diwilayah setempat, mengaku jika Kali Sasak Bayan sudah tercampur dengan limbah dari Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, selama belasan tahun lamanya.

“Sejak adanya TPST, kali ini tercemar dan airnya berubah menjadi warna hitam, juga baunya sangat tidak sedap, mas rasain sendiri aja baunya,” kata Hendrik, Selasa (29/8/2017) kepada wartawan.

Menurut Hendrik, warga diwilayahnya pernah menyampaikan aspirasi mengenai bau limbah sampah di Kali Sasak Bayan. Aspirasi itu dituangkan kepada anggota DPRD Kota Bekasi yang berada di dapilnya, juga kepada lembaga eksekutif.

“Kita sampaikan agar limbah sampah TPST tidak dialirkan kesini. Karena warga yang merasakan bau tidak sedap,” kata dia.

Padahal, lanjut Hendrik, pada tahun 1998 kali yang berada di wilayahnya bisa dimanfaatkan oleh warga.

“Bisa buat mandi, airnya jernih. Banyak ikan-ikan sawah seperti lele, mujair, dan lainnya yang bisa kita konsumsi. Sekarang sudah tidak bisa lagi,” ungkap Hendrik.

Karena itu, Hendrik menginginkan agar Pemerintah Kota Bekasi peduli akan limbah yang sudah mengganggu kenyamanan warga.

“Kalau saya maunya, pemerintah itu kerja yang benar. Urusan yang kaya gini (Limbah) harus cepat diatasi, karena ini merupakan kebutuha warga juga. Apa yang ada di kali bisa kita manfaatkan,” tandasnya. (Mya)


Ingin tulisanmu dimuat di Bekasi Terkini? Kirim ulasan ringan tentang komunitas, kuliner, destinasi, budaya atau tulisan opini ke [email protected]