klikbekasi.co

Nekat Jambret Dompet, 2 Siswa Bonyok Dikeroyok Massa

Seorang siswa SMA dan SMP di Kota Bekasi nekat menjambret dompet warga di Jalan Rembang RT 06/07, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, pada Sabtu (28/10) siang.

Hasilnya, ia babak belur setelah berhasil tertangkap hingga di keroyok massa.

Beruntung nyawa kedua siswa itu berhasil diselamatkan oleh anggota TNI AD Serda Rohmat Hidayat yang langsung membawa mereka ke kantor kepolisian setempat.

Kepala Unit Reskrim Polsek Jatiasih AKP Umar Wirdahadikusuma mengatakan, dua pelajar yang diamankan itu berinisial DM (17) dan AF (14).

Keduanya diamankan karena menjambret dompet milik Susilowati (58) salah seorang ibu rumah tangga, menggunakan satu unit sepeda motor.

Saat korban sedang berjalan kaki, tiba-tiba DM merebut dompet korban berisi uang sebesar Rp 500.000 dari arah belakang.

Setelah dompet berpindah tangan, DM berlari ke arah rekannya AF yang sudah bersiaga di lokasi.

“Mereka lalu kabur menggunakan Honda Scoopy yang dikendarai oleh AF,” kata Umar pada Minggu (29/10).

Umar mengatakan, Susilowati kemudian berteriak hingga mengundang perhatian warga.

Massa yang mendengarnya langsung memburu kedua siswa itu menggunakan dua sepeda motor. Di daerah Galaxy, Bekasi Selatan keduanya berhasil diamankan warga.

Massa yang kesal dengan ulahnya langsung menghakimi AF dan DM hingga babak belur.

Sersda Rahmat Hidayat yang sedang melintas di lokasi langsung membawa keduanya ke Polsek Bekasi Selatan.

“Awalnya dibawa ke Polsek Bekasi Selatan, namun karena kejadian itu di Jatiasih maka dilimpahkan ke kami,” ujar Umar.

Kapolsek Jatiasih Komisaris Ili Anas menambahkan, kasus tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan.

Korban enggan membuat laporan kasus pencurian karena uang Rp 500.000 miliknya akan digunakan untuk keperluan lain.

Apalagi kedua penjambret yang ditangkap warga masih berusia remaja yang duduk di bangku SMP dan SMA.

“Kalau korban membuat laporan sudah pasti uangnya dijadikan barang bukti sampai di persidangan. Karena tidak mau melapor, maka AF dan DM dilepaskan,” kata Ili.

Meski demikian, kata dia, kedua pelajar itu dilepaskan setelah melewati mekanisme pembinaan oleh anggota Binmas setempat.

Selain itu, mereka juga diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan tersebut.

“Kita panggil orang tuanya supaya mereka tahu perbuatan anaknya, dengan begitu mereka akan lebih mengawasi anak-anaknya dalam pergaulan,” jelas Ili. (Mya)


Ingin tulisanmu dimuat di Bekasi Terkini? Kirim ulasan ringan tentang komunitas, kuliner, destinasi, budaya atau tulisan opini ke redaksi@bekasiterkini.com.